26 Feb 2019 Β· 9.112 dibaca · Motivasi
LADUNI.ID, Jakarta - Seorang laki-laki yang berbeda paham dengan Gus Dur mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Gus Dur. Tapi Gus Dur hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apapun.
Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya: "Mengapa njenengan diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut?"
Beberapa saat kemudian, Gus Dur bertanya kepada si murid: "Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”
"Tentu saja menjadi milik si pemberi,” jawab si murid.
"Begitu pula dgn kata-kata kasar itu”, dawuh Gus Dur.
“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia ataupun akhirat, karena energi negatif yang muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan ha
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+