Susunan dan Tuntunan Wirid Setelah Shalat Lima Waktu

 
Susunan dan Tuntunan Wirid Setelah Shalat Lima Waktu

DAFTAR ISI

  1. Dalil Anjuran Wirid Setelah Shalat
  2. Keutamaan Wirid Setelah Shalat Lima Waktu
  3. Susunan Wirid Setelah Shalat Lima Waktu
  4. 10 Faedah Wirid Setelah Shalat Lima Waktu
  5. Kesimpulan
  6. Sumber

 

LADUNI.ID, Jakarta - Setelah selesai sholat, hendaknya membaca wirid atau bacaan dzikir setelah sholat dan Doa Setelah Sholat sesuai yang diajarkan oleh para ulama, sebab, dalam bacaan dzikir tersebut terkandung berbagai macam keutamaan yang sangat agung, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.

Bacaan dzikir setelah sholat adalah kumpulan dari bermacam-macam kalimat thayyibah dan doa. Di dalamnya terdapat bacaan istighfar, bacaan tahlil, kalimat tauhid, puji-pujian kepada Allah, surat alfatihah, ayat kursi, bacaan tasbih, bacaan tahmid, bacaan takbir.

Bacaan dzikir sesudah sholat itu mengandung faedah dan keutamaan yang dapat menghapus dosa kita, memudahkan urusan dunia serta persoalan hidup dan dan tabungan pahala untuk kepentingan akhirat kita.

DALIL ANJURAN WIRID SETELAH SHALAT

Usai mengerjakan shalat, kita memang dianjurkan untuk membaca beberapa amalan dzikir, yakni dzikir yang disyariatkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Terkait dengan hal ini, dalam Surat An-Nisa’ ayat 103, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا (١٠٣)

Fa-idzaa qadhaytumu alshshalaata faudzkuruu allaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubikum fa-idzaa ithma/nantum fa-aqiimuu alshshalaata inna alshshalaata kaanat 'alaa almu/miniina kitaaban mawquutaan

Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa [4] 103).

Baca juga: Pentingnya Membiasakan Diri dalam Wirid

Selain itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman sebagai berikut:

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (١٠)

Fa-idzaa qudhiyati alshshalaatu faintasyiruu fii al-ardhi waibtaghuu min fadhli allaahi waudzkuruu allaaha katsiiran la'allakum tuflihuuna.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah: 10).

Dengan berdzikir setelah shalat, dzikir tersebut akan menjadi penambal kekurang-kekurangan yang ada di dalam shalat kita. Demikian juga dengan berdzikir, seseorang telah menyambung ibadah dengan ibadah lain. Sehingga ia tidak merasa cukup dengan ibadah shalat saja.

Dalam berdzikir setelah shalat, hendaknya mengikuti tuntunan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan dengan dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang dzikir berbunyi: "Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati.”

KEUTAMAAN WIRID SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

Oleh karena itu, dzikir tentu bisa dilakukan kapan saja, baik dalam hati maupun lisan, salah satunya adalah dzikir setelah melaksanaan sembahyang fardhu. Amalan ini menjadi rutinitas (wirid) as-salafus shalih yang memiliki dasar yang kuat dari Sunnah Nabi.

Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar pada Bâbul Adzkâr ba‘dash Shalâh mengatakan bahwa ulama telah bersepakat (ijma’) tentang kesunnahan dzikir usai shalat yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam.

Baca juga: Wirid 1-10 Muharram #2: Dahsyatnya Fadhilah Doa Ini

Selain itu, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa, barang siapa yang berdzikir atau wirid ketika berkumpul maka rahmat akan menyelimuti mereka, berikut hadisnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم

Artinya, “Dari Abi Hurairah RA dan Abi Said Al-Khudri RA bahwa keduanya telah menyaksikan Nabi SAW bersabda, ‘Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berzikir kepada Allah ‘azza wa jalla kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, dan ketenangan turun di hati mereka, dan Allah menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya,” (HR Muslim).

Zikir dan doa berjamaah dapat dilakukan oleh imam shalat yang kemudian diikuti oleh makmum. Tetapi zikir dan doa berjamaah ini dapat juga dipimpin oleh salah seorang makmum yang kemudian diikuti oleh imam shalat dan makmum lainnya.

SUSUNAN WIRID SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

Di bawah ini adalah di antara rangkaian bacaan dzikir sesudah shalat maktubah yang disusun pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Muhammad bin Abdullah Faqih (rahimahullâh) sebagaimana dikutip dari Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah. Beliau mengutipnya antara lain dari hadits riwayat Muslim, Bukhari, Abu Dawud, serta kitab Bidâyatul Hidâyah dan lainnya. Selamat berdzikir…

Baca juga: Dahsyatnya Fadhilah Wirid Hari Jumat

1. Membaca Istighfar 3 Kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣

2. Memuji Allah dengan Membaca Kalimat Ini

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Dalam riwayat lain sebagaimana dikutip Bidâyatul Hidâyah:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

3. Lalu membaca:

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .

Kalimat wirid ini dapat ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih). Dalam Bidâyatul Hidâyah disebutkan:

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .

4. Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:

اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. (HR Abu Dawud)

5. Diteruskan dengan membaca:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

(Bacaan ini dibaca tiga kali tiap selesai shalat fardhu, khusus setelah maghrib dan shubuh sepuluh kali)

6. Membaca doa perlindungan dari api neraka:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ (tujuh kali bakda maghrib dan shubuh)

7. Membaca Ayat Kursi:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

8. Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ، كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

9. Dilanjutkan dengan membaca penggalan Surat Ali Imran:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ،  إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah

11. Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:

سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣

اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣

اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣

12. Kemudian dilanjutkan dengan:

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ

 لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

(Dibaca 300 kali bakda shubuh, 100 kali bakda isya, 50 kali bakda dhuhur, 50 kali bakda ashar, dan 100 kali bakda maghrib)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

(dibaca bakda shubuh 300 atau 100 kali)

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

13. Wirid kemudian ditutup dengan doa sesuai dengan harapan masing-masing.

Baca juga: Wirid dan Zikir Hari Jumat Menghapuskan Dosa Orang Tua dan Terpelihara Iman Kita

10 FAEDAH WIRID SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin-nya, salah satu dzikir yang sangat dianjurkan ialah membaca subhânallâh, alhamdulillâh, dan allâhu akbar sebanyak 33 kali. Kemudian ditutup dengan melafalkan lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai‘in qadîr satu kali.

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

قال صلى الله عليه وسلم من سبح دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين وحمد ثلاثا وثلاثين وكبر ثلاثا وثلاثين وختم المائة بلا إله إلا الله لاشريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير غفرت ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” (HR. Malik).

Dengan demikian, budayakan setelah shalat membaca semua dzikir di atas. Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, orang yang terbiasa melakukan ibadah ini, dosanya akan diampuni Allah Yang Maha Pengampun meskipun dosanya sebanyak buih di lautan.

1. Menenangkan Hati

Tak dipungkiri lagi bahwa dzikir memang bisa mendatangkan ketenangan dan jiwa yang sejuk karena selalu mengingat Allah, jika sobat ingin mendapat hati yang bebas dari gundah, tentu bisa melakukan amalan ini mulai sekarang ya sobat.

Hal ini sebagaiman firman Allah Subhanahu wa Ta’la dalam Surat Al-Ra’ad ayat 28 sebagai berikut.

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ (٢٨)

Alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikri allaahi alaa bidzikri allaahi tathma-innu alquluubu.

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (surat al-Ra’d  [13] ayat 28).

2. Menambah Rasa Khusyu’ dalam Berdoa Setelah Shalat

Shalat yang terbaik tentu yang dilakukan dengan khidmat dan tidak terburu buru ya sobat, hal itu bisa didapat dengan merutinkan dzikir setelah shalat dan melakukan keutamaan dzikir pagi dan petang, sehingga selalu memiliki jeda waktu untuk mendekat dan meningkatkan rasa iman setelah shalat.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ (٤١) وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا (٤٢)

Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udzkuruu allaaha dzikran katsiiraan (41) Wasabbihuuhu bukratan wa-ashiilaan (42)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (41) Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (42)” (QS. Al-Ahzab [33], Ayat 41 dan Ayat 42) ”.

3. Pahala Mulia

Termasuk pahala yang mulia di sisi Allah ya sobat, ketika bisa menyempatka waktu untuk berdzikir setelah selesai shalat, manfaatnya tentu akan didapat oleh sobat sendiri yakni amal kebaikan dan pahala shalat yang sempurna terlebih jika disertai keutamaan doa di sujud terakhir shalat.

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذَّاكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا (٣٥)

Inna almuslimiina waalmuslimaati waalmu/miniina waalmu/minaati waalqaanitiina waalqaanitaati waalshshaadiqiina waalshshaadiqaati waalshshaabiriina waalshshaabiraati waalkhaasyi'iina waalkhaasyi'aati waalmutashaddiqiina waalmutashaddiqaati waalshshaa-imiina waalshshaa-imaati waalhaafizhiina furuujahum waalhaafizhaati waaldzdzaakiriina allaaha katsiiran waaldzdzaakiraati a'adda allaahu lahum maghfiratan wa-ajran 'azhiimaan

Artinya: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mumin [1219], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab [33], Ayat 35)

4. Jalan Masuk Surga

Jelas bahwa seseorang bisa mati kapan saja ya sobat, jika sebelum mati melakukan kebaikan tentu akan menjadi jalan kebaikan dan mencegah azab neraka. Hal ini sebagaimana Hadis Shahih yang dirawatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi:

“Barangsiapa mengucapkan Dzikir ini di Siang hari dlm keadaan yg penuh keyakinan, lalu Dia Mati di Hari tersebut sebelum Sore Hari, maka dia termasuk kedalam Penghuni Surga. Dan barang siapa yang membacanya di malam hari dlm keadaan penuh keyakinan, lalu dia Mati sebelum Subuh maka dia termasuk kedalam penghuni surga.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari).

5. Semakin Dekat dengan Allah

Berdzikir setelah shalat akan menjadi jalan untuk semakin dekat dengan Allah karena melakukan ibadah shalat dengan lengkap disertai dengan ungkapan pujian dan permohonan ampun kepada Allah dengan dzikir tersebut.

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ (١٥٢)

Faudzkuruunii adzkurkum wausykuruu lii walaa takfuruuni

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu [98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nimat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2], Ayat : 152)

  • Keterangan [98] Maksudnya: Aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.

6. Menaikkan Derajat Seseorang

Tentunya setiap orang memiliki derajat yang berbeda tergantung dari amal dan perbuatannya, dengan rutin melakukan dzikir, tentunya di mata Allah orang yang melakukannya tersebut memiliki derajat yang berbeda, yang lebih tinggi dan lebih baik sebab mengisi waktunya lebih banyak untuk mengingat dan menyebut asma Allah.

7. Mendapat Keutamaan Shalat yang Sesungguhnya

Shalat yang sungguh-sungguh ialah yang dijalankan dari awal hingga akhir dengan khusyu’ dan diakhiri atau dilengkapi dengan sunnah sehingga dalam melakukannya benar benar tenang dan tidak terburu buru. Hal itu juga menjadi penialain dan pahala tersendiri dalam melakukan shalat sobat, tentunya berbeda shalat yang dilakukan dengan terburu buru yang hanya sekedar mengejar kewajiban saja dengan shalat yang dilakukan dari hati dengan mengharap ketenangan dan keberkahan dari Allah sehingga sebisa mungkin dilakukan dengan cara dan doa serta dzikir yang terbaik.

8. Mendapatkan Keberuntungan

Berdzikir akan membawa keberuntungan. Apalagi kalau dzikir itu dilakukan ketika selesai shalat fadhu di mana waktu itu adalah waktu usah melaksanakan ‘pertemuan’ dengan Sang Pencipta lewat doa yang terpanjat dalam shalat. Tentang dzikir membawa keberuntungan sebagaimana telah difirmankan oleh Allah SWT sebagai berikut.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ (٤٥)

Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu idzaa laqiitum fi-atan fautsbutuu waudzkuruu allaaha katsiiran la'allakum tuflihuuna.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya [620] agar kamu beruntung”. (QS. Al-Anfal [8] ayat 45)

  • Keterangan [620] Maksudnya ialah: memperbanyak zikir dan doa.

9. Menambah Rasa Iman

Tentu setiap amal baik yang dilakukan akan menambah rasa iman kepada Allah ya sobat, hal itu termasuk amalan dzikir setelah shalat dimana kalimat dzikir yang diucapkan akan membuat sobat semakin menyaadari kebesaran Allah.

لِّتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُعَزِّرُوْهُ وَتُوَقِّرُوْهُۗ وَتُسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا (٩)

Litu’minuu biallaahi warasuulihi watu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbihuuhu bukratan wa-ashiilaan

Artinya: “Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Fath [48]: 9)

10. Termasuk Sedekah

Sedekah tentu tidak harus dengan uang, bahkan dzikir yang diucapkan sepenuh hati pun menjadi jalan sedekah yang mulia di sisi Allah. Hal ini sebagai hadis yang dirawayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut.

“ Disetiap Ruas Tulang (Persendian) Manusia itu ada kewajiban untuk bersedekah setiap Paginya. Tiap tiap Bacaan Dzikir itu adalah Sedekah dan memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari perbuatan kemungkaran itu juga termasuk sedekah… (HR. Muslim) ”.

Baca juga: Wirid 1-10 Muharram #1: Doa Nabi Khidir AS

KESIMPULAN

Bacaan dzikir setelah sholat adalah kumpulan dari bermacam-macam kalimat thayyibah dan doa. Di dalamnya terdapat bacaan istighfar, bacaan tahlil, kalimat tauhid, puji-pujian kepada Allah, surat alfatihah, ayat kursi, bacaan tasbih, bacaan tahmid, bacaan takbir.

Dengan berdzikir setelah shalat, dzikir tersebut akan menjadi penambal kekurang-kekurangan yang ada di dalam shalat kita. Demikian juga dengan berdzikir, seseorang telah menyambung ibadah dengan ibadah lain. Sehingga ia tidak merasa cukup dengan ibadah shalat saja.

Setidaknya terdapat 10 manfaat yang akan dirasakan jika kita istiqamah mengamalkan zikir usai shalat fadhu, di antaranya adalah menenangkan hati, menambah khusyu’, mendapat pahala mulia, jalan masuk surga, semakin dekat dengan Allah, menaikkan derajat seseorang, mendapat keutamaan shalat, mendapatkan keberuntungan, dan menambah rasa iman, dan berdzikir juga termasuk sedekah.

Akhirnya semoga artikel tentang susunan dan tuntunan wirid setelah shalat lima waktu ini memberikan informasi sekaligus menjadi amalan setiap muslim, agar senantiasa berdzikir setelah melaksanakan shalat lima waktu. Semoga bermanfaat. Aamiin…

SUMBER

  • Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah
  • Bidayatul Hidayah