Sababija: Salah Satu Kelompok Muslim di Madinah yang Berasal dari Nusantara

 
Sababija: Salah Satu Kelompok Muslim di Madinah yang Berasal dari Nusantara
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Dalam Tarikh Thabari di bab yang menjelaskan efek Perang Jamal di Madinah terdapat keterangan:

“Di antara kejadian di masjid itu adalah: Muhammad bin Thalhah—ia ahli ibadah—kebetulan hendak shalat di dekat tempat Utsman bin Hunaif berdiri. Sebagian orang Zuthth dan Sayabijah khawatir Muhammad bin Thalhah datang untuk maksud lain, dst.” Zuthth adalah gipsinya India. Ada yang menarik dari kata “Sayabijah” ini. Biasanya, kata-kata aneh begini menyimpan misteri. Apalagi kata Sayabijah ini sukar ditemui di kitab tarikh yang lain.

Dalam Lisanul Arab, Ibn Manzhur berkata bahwa kata Sayabijah juga terkadang disebut dengan Sababijah (السبابجة). Kedua kata ini adalah bentuk plural dari kata Sabiji (سبيجي) dan kata Sabaj (السابج). Menurut penjelasan Ibn Manzhur, beberapa penyair Arab kuno sudah mengenal orang Sababija ini. Bahkan penyair Ibn Mufarragh dari Kabilah Himyar dalam syairnya menyebut Sababija sebagai jagoan. Ibn Duraid menyebut bahwa Sababija ini berasal dari Hind dan bekerja sebagai buruh kapal. Lebih lanjut, Al-Baladzuri menjelaskan bahwa Sababijah dulu tinggal di pesisir Arab dan Persia sejak sebelum Islam.

Pertanyaannya, dari manakah sebenarnya Kaum Sababijah ini?

Ketika membaca ulasan Ibn Manzhur bahwa bentuk tunggal dari Sababijah adalah Sabaj, akan langsung timbul dugaan bahwa Sababijah ini adalah orang yang dua abad berikutnya dikenal oleh orang Arab sebagai Zabaj. Zabaj sendiri adalah sebutan orang Arab untuk Jawa atau setidaknya pesisir timur Sumatra. Jadi Sabaj adalah satu dialek yang mendahului penyebutan Zabaj.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN