Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Doa ketika Sulit Meninggalkan Maksiat
✓ Terverifikasi Tim Riset

Doa ketika Sulit Meninggalkan Maksiat

10.088 kali dibaca · Doa terkait menghindari dosa

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Jangan pernah berputus asa. Rahmat Allah jauh lebih luas dari dosa-dosa kita. Bahkan ketika kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah, tapi belum mampu meninggalkannya, masih ada harapan. Masih ada jalan kembali.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Setiap insan, tanpa terkecuali, pasti memiliki jejak hitam dalam perjalanan hidupnya—masa-masa di mana kita pernah terjatuh dalam jurang kemaksiatan kepada Allah SWT. Ada kalanya, dosa-dosa itu terasa begitu sulit untuk ditinggalkan. Seolah ia telah menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian.

Dalam kitab Mawa’idh Al-‘Ushfuriyyah disebutkan bahwa surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci (oleh hawa nafsu), sementara neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disukai. Artinya, jalan menuju surga memang tidak mudah; ia dipenuhi tantangan, pengorbanan, dan kesabaran. Sebaliknya, maksiat tampak lebih menggoda, lebih menyenangkan, namun hanya sesaat dan penuh tipuan.

Namun Allah SWT, dengan segala kasih sayang-Nya, menjadikan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Diberi akal dan kehendak bebas (ikhtiar), kita diberi kemampuan untuk memilih—antara kebaikan yang diridhoi-Nya atau keburukan yang dijauhkan-Nya. Lebih dari itu, Allah menganugerahkan kita dengan berbagai nikmat besar, termasuk nikmat untuk taat kepada-Nya.

Sungguh, bisa mendirikan shalat, bangun di malam hari untuk bermunajat, menjalankan puasa sunnah, dan menundukkan diri dalam dzikir serta doa—semuanya adalah bentuk karunia yang patut disyukuri. Ketaatan adalah kenikmatan, bukan beban. Maka ketika kita diberi kemudahan untuk beribadah, ketahuilah bahwa itu bukan semata hasil usaha kita, tapi rahmat dari-Nya.

Namun bagaimana jika kita masih terus terjatuh dalam maksiat?

Jangan pernah berputus asa. Rahmat Allah jauh lebih luas dari dosa-dosa kita. Bahkan ketika kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah, tapi belum mampu meninggalkannya, masih ada harapan. Masih ada jalan kembali.

Syaikh Mutawalli Asy-Sya‘rawi, seorang ulama besar Mesir, pernah memberi nasihat menyejukkan dalam sebuah ceramahnya.

“Apakah kamu melakukan sesuatu yang haram? Apakah kamu tahu itu haram tapi tetap belum bisa meninggalkannya? Bacalah doa ini:”

اللّٰهُمَّ احْرِمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ

“Ya Allah, luputkanlah aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan anugerahkanlah kepadaku kelezatan dalam ketaatan kepada-Mu.”

Doa ini adalah harapan tulus dari hati yang ingin berubah. Sebuah permohonan agar kita dijauhkan dari kenikmatan semu dan digantikan dengan kenikmatan hakiki dalam beribadah kepada Allah SWT.

Teruslah berdoa, teruslah berharap. Sebab Allah tidak pernah menutup pintu ampunan-Nya bagi siapa pun yang ingin kembali.

Semoga kita semua diberi kekuatan untuk meninggalkan kemaksiatan dan merasakan manisnya ketaatan. Amin. []


Catatan: Tulisan ini telah terbit pada tanggal 28 Maret 2019. Tim Redaksi mengunggah ulang dengan melakukan penyuntingan dan penyelarasan bahasa.

___________

Penulis: Sidaq

Editor: Hakim

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+