Meneladani Kedermawanan Habib Ali al-Habsyi

 
Meneladani Kedermawanan Habib Ali al-Habsyi

LADUNI.ID, Jakarta - Suatu hari, seseorang datang hendak berhutang kepada Alhabib Ali Alhabsyi untuk pernikahan anaknya setelah ditolak berhutang oleh orang-orang kaya.

Kemudian Alhabib Ali yang tidak terbiasa menyisakan uangnya berkata, "Aku baru saja sedekahkan semua hartaku, maka tunggu dan datanglah kesini tiga hari lagi".

Lalu orang ini melihat sebuah karpet bagus yang diduduki Alhabib Ali dan bertanya, "Apakah karpet ini milik habib? Apa boleh aku minta untuk aku jual? Insya Allah uangnya cukup untuk biaya pernikahan anak kami."

Maka dijawab oleh Habib Ali Habsyi, "Ya. Ini milikku, dan ambillah karpet ini."

Lalu dibawalah karpet terbaik itu ke pasar untuk dijual. Seketika banyak sekali orang-orang yang menawarnya dengan harga mahal.

Di antara pembeli adalah seorang kaya raya yang berfikir, bahwa karpet sebagus ini hanya pantas dimiliki oleh Alhabib Ali Alhabsyi.

Kemudian dibelilah karpet terbagus dan termahal itu dengan harga tertinggi. Kemudian si pembeli tersebut mengutus salah satu pembantunya untuk mengirimkan karpet tersebut ke rumah Habib Ali Habsyi sebagai hadiah bagi beliau.

Setelah diantara ke rumah habib, kemudian karpet itu langsung diletakkan tempat semula di rumah Habib Ali Habsyi.

Subhanallah... Semoga menjadi inspirasi bagi semua dalam meneladani kedermawanan Habib Ali Al-Habsyi. Aamiin ya Rabbal 'alamin...


Tulisan ini dikirim oleh Syaikhî Al-Karïm Ibnil-Karïm Ibnil-Karïm Agus KH. Ahdal Abdurrochim, Pengasuh PP. MUS Sarang