Otak dalam Kotak
LADUNI.ID - Banyak orang meletakkan otaknya dalam sebuah kotak imajiner. Macam-macam jenis kotak ini, tapi semuanya sama membatasi dan menutupi.
Saya pernah bertemu orang yang kotaknya bernama "terzalimi". Nyaris seluruh waktunya dihabiskan dengan topik betapa ia terzalimi oleh orang-orang di sekitarnya, tak peduli apakah sebenarnya yang benar-benar zalim adalah orang lain pada dirimya atau dia sendiri pada orang lain sehingga dibalas. Fokusnya hanya satu, yakni membela diri dan klarifikasi tanpa henti. Andai ia keluar dari kotak itu, maka niscaya hidupnya akan lebih indah dan bisa berbuat sesuatu yang lebih berguna.
Ada lagi yang kotak pikirannya bernama "konspirasi". Tiap hari yang dibahas adalah teori konspirasi. Baginya dunia ini selalu dalam keadaan genting karena konspirasi-konspirasi jahat dari berbagai pihak; dari rezim, dari negara asing dan dari organisasi rahasia yang beraneka rupa. Andai ia keluar dari kotak itu, maka niscaya hidupnya akan terasa jauh lebih ringan dan ia akan menginjak bumi lagi, tak berada di awang-awang terus.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp298.000
Rp270.000
Rp198.000
Rp1.600.000
Memuat Komentar ...