15 May 2019 · 5.488 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Nabi SAW itu adalah sosok yang cenderung sedikit makan, sementara kita sedikit-sedikit makan. Nabi SAW itu sedikit tidur, sedangkan kita sedikit-sedikit tidur. Nabi SAW itu hemat bicara dan jika bicara itu pasti bermakna, sementara kita sedikit-sedikit bicara, bahkan mencela apa saja sedikit maknanya.
Para ulama tasawuf seringkali mengingatkan bahwa bahayanya agama dan bisa membinasakan manusia dalam beragama adalah, banyak makan, banyak tidur, dan banyak bicara.
Islam adalah agama dunia dan akhirat. Islam tidak hanya mengatur persoalan hubungan dan komunikasi vertikal kepada Allah, tetapi juga persoalan hubungan dan interaksi antar sesama manusia dan makhluk pada umumnya. Termasuk hal yang mendapat perhatian serius dalam Islam adalah masalah makanan dan minuman.
Dalam Al-Qur'an disebutkan perintah makan dirangkaikan dengan perintah bertakwa. Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلاَلاً طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
"Dan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+