Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Ringan Riuh

Ramadhan di Pesantren, Sebuah Kenangan (Seri 2)

21 May 2019 · 1.604 dibaca · Ringan Riuh

LADUNI.ID - Tahun 1960, saat usiaku 6 tahun Kiyai Mahfuzh Thaha, kiyai yang ganteng asal Lebaksiu Tegal menjadi menantu Kiyai Syathori. Beliau menikah dengan adik ibu saya. Bersamaan dengan pernikahan beliau aku disunat/dikhitan.

Kiyai Mahfuz adalah seorang "hafizh", (sebutan untuk orang yang hafal al-Qur'an 30 juz), alumni pesantren Kaliwungu. Sejak saat itu lahir tradisi baru di pesantren. Sebagai seorang hafizh, Kiyai Mahfuzh diminta oleh Kiyai Syathori menjadi imam shalat Tarawih. Setiap rakaat kiyai Mahfuz membaca 1,5 sampai 2 halaman Al-Qur'an. Dalam tradisi pesantren shalat Tarawih diselenggarakan sebanyak 20 rokaat plus 3 rakaat shalat witir. Setiap sekali tarawih memakan waktu sekitar 2 jam. Nah, maka 30 Juz itu biasanya dapat dikhatamkan dalam 20 hari. Lumayan capek berdiri. Saat Kiyai Mahfuzh mengimami, Kiyai Syathori selalu berada tepat di belakangnya sambil memegang mushaf dan me"nyimak" yakni mengamati bacaan hafalan Imam dengan melihat mushaf. Boleh jadi juga untuk mengkoreksi jika ada kekeliruan bacaan atau lupa. Bisa dibilang,

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →