11 Jun 2019 · 3.313 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Merebak sebuah paham di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini tentang dua kategori ulama. Kategori yang pertama adalah ulama yang memilih penguasa, sedangkan yang kedua adalah penguasa yang memilih ulama. Kategori pertama adalah jenis yang menunjukkan tingginya peran seorang ulama sehingga dia memutuskan siapa yang hendak dituntunnya sebagai penguasa, dalam konteks yang lebih riil sebagai presiden. Sedangkan tipe kedua, ulama yang dipilih oleh penguasa untuk berada di sisinya. Dalam narasinya, diangkatlah jenis ulama yang pertama ini sebagai sebenar-benarnya ulama, sedangkan yang kedua sebagai ulama yang buruk (Al-Ulama’ As-Su’), ulama bayaran atau istilah-istilah lainnya.
Klasifikasi di atas memang penuh problem, hal ini karena pengelompokan yang seperti ini seringkali mereduksi banyak hal, termasuk pemahaman masyarakat umum terhadap sosok ulama yang akan mereka teladani. Karena, harus kita akui bahwa peran ulama di kancah politik di Indonesia akhir-akhir ini memang sedang begitu tingginya. Dalam babakan sejarah dem
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+