Serangan Bom di Kamp Militer Filipina, Lima Tewas

 
Serangan Bom di Kamp Militer Filipina, Lima Tewas

LADUNI.ID. MANILA - Serangan bom terjadi di pangkalan militer di Filipina Selatan pada Jumat (28/6), sehingga menewaskan lima orang, termasuk tiga tentara, dan melukai sembilan orang lainnya. Milisi teror Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaimnya sebagai serangan bom bunuh diri.

Militer menyatakan ledakan terjadi sekitar tengah hari di pangkalan militer Pulau Jolo, yang menjadi basis dari kelompok teroris Abu Sayyaf, yaitu penjahat yang terkenal karena aksi penculikan dan pembajakannya.

ISIS mengklaim lewat kantor berita Amaq, bahwa para pejuangnya telah menyusup ke pangkalan militer tersebut dengan diikatkan bahan peledak sehingga menewaskan atau melukai 100 tentara.

Amaq melampirkan gambar dua pemuda berdiri di samping bendera ISIS dengan menggunakan rompi yang dirancang untuk menahan bahan peledak. Namun, klaim atau foto tersebut tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

Insiden pengeboman ini menjadi kemunduran utama bagi Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang ingin memusnahkan Abu Sayyaf. Duterte telah membentuk divisi infanteri khusus di Jolo dengan 4.500 pasukan pada 2022. Sejauh ini, belum ada komentar dari kantor Duterte.

Militer hanya memberikan sedikit rincian terkait serangan tersebut, tapi menjanjikan proses penyelidikan menyeluruh dan akan menyelesaikan dengan tekad kuat.

“Pasukan darat terus membangun keadaan dan mengindentifikasi tersangka di balik serangan tidak berperikemanusiaan ini,” kata kepala Komando Mindanao Barat, Cirilito Sobejana.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN