Berkembangnya Robotisasi Berpotensi Menghilangkan Pekerjaan dengan Skill Rendah

 
Berkembangnya Robotisasi Berpotensi Menghilangkan Pekerjaan dengan Skill Rendah

LADUNI. ID, INTRASIONAL -  Era industri 4.0 yang sedang membumi ini berdasarkan studi terbaru firma riset dan konsultan asal Inggris Oxford Economics memperkirakan, berkembangnya robotisasi pada industri telah menambah kekhawatiran bahwa kendati menawarkan keuntungan, hal itu justru berpotensi menghilangkan pekerjaan dengan skill rendah serta menambah tekanan sosial dan ekonomi.

 Kondisi itu bisa saja memperburuk kesenjangan sosial meski dapat mendorong output ekonomi global.

“Pemindahan pekerjaan dari robot-robot yang semakin banyak itu tidak akan tersebar merata ke berbagai penjuru dunia atau dalam suatu negara,” papar hasil studi Oxford Economics seperti dilansir Daily Mail kemarin, Senin, (1/7/2019).

Studi itu menambahkan, robot-robot telah mengambil alih jutaan pekerjaan manufaktur dan sekarang meluas di bidang jasa, dibantu dengan kecanggihan komputer, pengenalan suara dan mesin pembelajar.

“Di wilayah skill lebih rendah, manusia yang kehilangan pekerjaan akan dua kali lipat setinggi wilayah skill lebih tinggi, bahkan di negara yang sama,” ungkap studi tersebut.

Riset itu muncul di tengah perdebatan kebangkitan teknologi seperti mobil dan truk self driving, robot penyiapan makanan, pabrik dan operasional gudang otomatis serta dampaknya pada tenaga kerja manusia.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN