Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Waled Husaini Seulimuem
✓ Terverifikasi Tim Riset

Waled Husaini Seulimuem

1962 – 1996 M · 10.524 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Waled Husaini lahir  pada 30 Juli tahun 1962 di Gampong Seulimum, Aceh Besar, berasal dari kalangan ulama, menghabiskan masa kecil dilingkungan Dayah Ruhul Fata Seulimum, milik orang tuanya Tgk. H. A. Wahab Abbas.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Waled Husaini Seulimuem

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Wasiat Sang Ayah
  4. Kegiatan dan Kiprah

Kelahiran

Waled Husaini lahir  pada 30 Juli tahun 1962 di Gampong Seulimum, Aceh Besar, beliau berasal dari kalangan ulama dan menghabiskan banyak masa kecilnya dilingkungan Dayah Ruhul Fata Seulimum, milik orang tuanya Tgk. H. A. Wahab Abbas.

Baca juga: Dayah Ruhul Fata Seulimum: Sang Mercusuar Ilmu di Negeri Seulawah

Pendidikan

Waled Husaini hanya sempat mengecap pendidikan umum hingga tamat Sekolah Dasar Seulimum. Dalam usia masih sangat belia, Husaini muda memutuskan meninggalkan kampung halaman dan orang tuanya, dia berangkat menuntut ilmu agama ke Dayah Malikulsaleh, Panton Labu, Aceh Utara.

Proses perjalanan spiritual itu hanya berbekal ilmu agama dari orang tuanya di Dayah Ruhul Fata, sesampai di Panton Labu, Husaini muda dapat langsung duduk pada kelas tiga Dayah Malikulsaleh, selama delapan tahun Waled Husaini menghabiskan waktunya di Dayah itu.

Siang dan malam Husaini mempelajari berbagai kitab dengan bimbingan Teungku dari Dayah Malikulsaleh, hanya butuh waktu delapan tahun Waled Husaini dapat kembali ke Desa Seulimum. pada tahun 1980 beliau kembali ke rumah orang tua, dengan membawa ijazah dari Dayah Malikulsaleh. Sejak saat itu mulailah Husaini muda mengabdikan ilmunya pada Dayah Ruhul Fata milik Tgk. H. Abd. Wahab Abbas.

Baca juga: Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Kota Banda Aceh Pada Acara Konsolidasi Kader NU

Wasiat Sang Ayah

Waled Husaini mengajarkan berbagai kitab kuning kepada para santri, menjadi keseharian Waled Husaini, hingga tiba suatu ketika Ayahnya Tgk. H. A. Wahab memanggil dirinya bersama dengan Tgk. Mukhtar lutfi (alm Abon Seulimum), memberi wasiat, “bahwa sepeninggal dirinya, Waled Husaini harus melanjutkan memimpin Dayah Putri, sementara Abon Seulimum memimpin Dayah Putra.”

Tgk. H. Abd. Wahab Abbas kemudian meninggal dunia pada tahun 1996, selang 10 hari setelah memberi wasiat kepada para puteranya, pendiri Dayah Ruhul Fata itu, adalah alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga, murid dari Tgk. H. Hanafiah, pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga.

Pulang ke Seulimum Tgk. H. Abd. Wahab Abbas mendirikan Dayah Ruhul Fata pada tahun 1946, dengan jumlah santri hanya 200 orang, 30 orang dari santri pemula berasal dari Dayah Mudi Mesra yang dibawanya pulang ke Seulimum.

Baca juga: Haul Allahuyarham Abon Seulimum Ke-3

Kegiatan dan Kiprah

Setelah kepergian Tgk. H. Abd.Wahab Abbas beberapa reformasi perbaikan terjadi, Dayah Ruhul Fata berubah menjadi du

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+