Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Berbagi Ruang

31 Jul 2019 · 1.641 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Pagi ini saya menyusuri sejumlah tempat hanya untuk merebahkan penat, barangkali lebih tepatnya saya sebut kejenuhan. Jenuh terhadap rutinitas, pagi berangkat, sore pulang dan malam tidur.

Belum lagi ruang pandang terbatas hanya di serambi dunia berukuran sekitar 5 meter. Semilir sejuk pendingin ruangan tidak membuat luluh gerah. Persoalan gerah tubuh saja tidak selesai dengan pendingun ruangan, apalagi gerah nalar yang cenderung kering dan stagnan. Menjenuhkan bukan?.

Hidup perlu bergerak di ruang sisa dunia yang telah terbagi-bagi. Berbagi dengan orang lain dan kelompoknya, memilih bergabung atau kita jeli dengan "ruang kosong" yang ditinggalkan. Begitu setiap orang bergilir atau harus menghardik, karena tidak ada ruang yang benar-benar baru saat ini.

Ketersediaan ruang yang terbatas menjadikan perseteruan perebutan ruang semakin ketat. Pengajuan self interest akan saling bersaing dengan klaim sebagai yang paling efektif. Maka syahwat saling menghabisi akan lebih dominan daripada sekedar persoalan kompetisi.

Dala

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →