Keutamaan Membaca Lafadz La Haula wala Quwwata Illa Billah

 
Keutamaan Membaca Lafadz La Haula wala Quwwata Illa Billah

DAFTAR ISI

  1. Pengertian Lafadz Hauqalah dan Artinya
  2. Makna Aqidah di Dalam Lafadz Hauqalah
  3. Keutamaan Membaca Lafadz Hauqalah
  4. Kesalahpahaman tentang Lafadz Hauqalah
  5. Kesimpulan
  6. Sumber

 

LADUNI.ID, Jakarta - Berdzikir kepada Allah SWT merupakan solusi untuk menenangkan diri memohon jalan keluar dari masalah atau cobaan yang sedang dihadapi, adapaun dzikir yang sering diucapkan yaitu Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi atau yang sering disebut lafadz hauqalah, ada berapa keutamaan yang terkandung di dalam lafadz ini.

 

PENGERTIAN LAFADZ HAUQALAH DAN ARTIYA

Lafadz Hauqalah adalah istilah dari kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah”. Lafadz ini adalah tentang penyerahan diri atas segala urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tiada daya dan upaya yang bisa dilakukan manusia kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam hal ini, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan begini,

لاَ حَوْلَ عَنْ مَعْصِيَةِ اللهِ إِلاَّ بِعِصْمَتِهِ، وَلاَ قُوَّةَ عَلَى طَاعَتِهِ إِلاَّ بِمَعُوْنَتِهِ

Artinya: “Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindugan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”

Selain dari Ibnu Mas’ud, Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27).

Baca juga: Al-Qur'an tentang Alam Semesta Bukti Kekuasaan Allah

Berikut ini adalah lafal hauqalah dan terjemahannya.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi

Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

 

MAKNA AKIDAH DI DALAM LAFADZ HAUQOLAH

Lafadz hauqalah adalah kalimat yang mengandung begitu begitu banyak hikmah dan merupakan kalimat yang sangat mendalam. Kalimat ini adalah kalimat yang agung di mana artinya menunjukkan penyerahan diri secara penuh dan keikhlasan atas apa yang dialami oleh manusia adalah semata-mata karena Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan lafadz inilah manusia dapat memiliki prasangka baik kepada Sang Penciptanya, Allah subhanahu wa ta’ala.

Setidaknya, terdapat beberapa makna lafadz hauqalah yang bisa dikaitkan dengan keakidahan. Adapun makna hauqalah secara akidah adalah sebagai berikut.

1. Untuk Memohon Pertolongan kepada Allah

Hauqolah merupakan kalimat yang dipergunakan untuk memohon pertolongan kepada Allah. Maka itu alangkah berhaknya orang yang mengucapkannya mendapatkan pertolongan dan bantuan dari Allah ta’ala, serta taufiq dan inayah dari-Nya. Demikian pula, ia akan mendapatkan penjagaan dari Allah ta’ala.

Baca juga: Al-Qur'an tentang Langit Diciptakan dengan Kekuasaan Allah

Oleh karenanya, disyariatkan bagi orang yang hendak keluar rumah untuk mengucapkan kalimat ini –yakni doa, ‘bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wa laa quwwata illa billah’- agar ia mendapatkan kecukupan, perlindungan, dan petunjuk serta setan akan lari menjauh darinya. (Hadits shohih riwayat Abu Dawud, no. 5095 & at-Tirmidzi, no. 3426)

2. Lafadz Pengakuan terhadap Keesaan Allah

Lafadz hauqalah juga merupakan kalimat yang memiliki kandungan akan pengakuan terhadap rububiyyah Allah azza wa jalla dan bahwasanya hanya Dia semata Maha menciptakan alam semesta, Maha mengatur semuanya, dan berbuat segala sesuatu dengan penuh hikmah di bawah kehendak-Nya. Tiada sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini kecuali dengan izin-Nya.

Oleh karena itulah, dengan mengucapkan lafadz inilah berarti ia telah berikrar bahwa segala hal dan perkara tidak lain adalah ada di tangan Allah subhanahu wa ta’ala. Tiada kuasa baginya atas sesuatu, tiada pula daya dan kekuatan kecuali atas izin dan taufiq dari Allah. Sebab itulah, setiap manusia setidaknya bisa menyandarkan diri dan memohon pertolongan hanya kepada Allah semata.

3. Lafadz tentang Keimanan kepada Allah

Kalimat ini mengandung keimanan kepada takdir Allah ta’ala. Sebab di dalamnya terkandung sikap pasrah dan berserah diri kepada Allah semata dan keyakinan bahwa segala urusan hanya terjadi dengan izin-Nya.

4. Lafadz yang Mencakup Pengakuan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

Orang yang mengucapkannya pasti mengakui bahwa Robb yang dimaksudkan adalah tempat bersandar yang tidak membutuhkan siapapun juga. Sebaliknya seluruh makhluk sangat membutuhkan-Nya. Selain dirinya yang begitu lemah, tiada memiliki daya dan kekuatan untuk melakukan sesuatu kecuali dengan bantuan dari-Nya.

Baca juga: Usaha, Doa dan Tawakal

Begitu juga Dia tersifati dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan dan kemuliaan. Sementara itu selain-Nya pasti memiliki banyak kekurangan dan tidak sempurna. Maka itu, Dzat yang tersifati dengan kesempurnaan seperti ini sangat berhak untuk ditujukan kepada-Nya semata permohonan bantuan dan pertolongan.

 

KEUTAMAAN MEMBACA HAUQALAH

Ada berapa keutamaan yang terkandung di dalam lafadz Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi, Syekh M Nawawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah keutamaan lafal hauqalah yang dikuitp dari hadits riwayat Ibnu Abid Dunya perihal orang yang melazimkan pembacaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi.

ومن خواصها ما في فوائد الشرجي قال ابن أبي الدنيا بسنده إلى النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من قال كل يوم لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم مئة مرة لم يصبه فقر أبدا اهـ

Artinya, “Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).

Syekh M Nawawi Banten juga mengutip hadits yang menjelaskan keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi. Menurutnya, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.

وروي في الخبر أيضا إذا نزل بالإنسان مهم وتلا لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ثلا ثمائة فرج الله عنه أي أقلها ذلك ذكره شيخنا يوسف في حاشيته على المعراج

Artinya, “Diriwayatkan di dalam hadits juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi’raj-nya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).

Baca juga: Al-Qur'an tengan Bertawakal Hanya kepada Allah

 

KESALAHPAHAMAN TENTANG LAFADZ HAUQALAH

Kendati telah jelas tentang arti dan makna hauqalah, sebenarnya masih terdapat kesalahpaman beberapa orang tentang kalimat atau lafadz Hauqalah. Hal ini terutama jika dilihat dari lafadznya itu sendiri maupun dari segi penggunaannya.

Pertama, ada sebagian kalangan yang menjadikan lafadz hauqalah sebagai kalimat berkeluh kesah ketika terjadi musibah (istirja’), sebagaimana yang terjadi ketika kita mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Mereka mengucapkan hauqolah ketika musibah datang menimpa sebagai bentuk keluh kesah bukan untuk bersabar.

Pada suatu waktu, Syaikh al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang fenomena ini lalu beliau menjawab: “Sepertinya yang mereka inginkan adalah ucapan la haula wa laa quwwata illa billah, tapi salah dalam mengungkapkan. Adapun yang wajib adalah kembali kepada lafazh yang sebenarnya.”

 

KESIMPULAN

Lafadz Hauqalah adalah istilah dari kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah”. Lafadz ini adalah tentang penyerahan diri atas segala urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tiada daya dan upaya yang bisa dilakukan manusia kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun lafadz hauqalah memiliki arti, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.” Salah satu keistimewaan lafadz hauqalah adalah akan diselamatkan dari kefakiran. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran.

Sementara terdapat beberapa makna aqidah dari lafadz hauqalah, di antaranya adalah bahwa lafadz tersebut merupakan bentuk permohonan hanya kepada Allah, pengakuan terhada keesaan Allah, keimanan hanya kepada Allah dan merupakan lafadz yang mencakup nama-nama dan sifat-sifat Allah.

Baca juga: Dahsyatnya The Power of Tawakal

Dengan demikian, tulisan ini sekadar penjelasan mengenai keistimewaan dan keutamaan kalimat hauqalah, bahkan terdapat beberapa kelebihan bagi orang yang bisa mengamalkan lafadz ini setiap harinya. Semoga artikel ini bisa memberikan pengertian dan manfaat yang baik kepada para pembaca. Aamiin.

 

SUMBER

  • M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja. Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, halaman 5
  • Hadits shohih riwayat Abu Dawud, no. 5095
  • Hadis shohih at-Tirmidzi, no. 3426