Wisata Religi dan Tawassul di Makam Datuk Ibrahim Bauzir Banyuwangi

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Religi dan Tawassul di Makam Datuk Ibrahim Bauzir Banyuwangi
Sekilas Sejarah

 Datuk Ibrahim Bauzir datang ke Nusantara, sekitar tahun 1770 dan transit di Banyuwangi yang dulunya bernama Blambangan. Datuk kemudian memilih siar Islam ke daerah Loloan, Bali, karena penduduk daerah ini mayoritas masih beragama Hindu. Sekarang di Loloan mayoritas warganya beragama Islam.
 
Datuk Ibrahim Bauzir merupakan bangsawan asal Yaman keturunan Bani Hasyim. Ia adalah wali besar yang berperan dalam menyebarkan Islam di Banyuwangi serta di Loloan, Jembrana, Bali.
 
Saat di Loloan, Datuk menikahi gadis setempat bernama Zaenab. Dari perkawinan tersebut lahirlah dua putra bernama Syekh Sayyid Bakar Bauzir dan Datuk Ahmad. Namun, putra sulungnya meninggal terlebih dahulu yang kemudian disusul istrinya. Keduanya dimakamkan di Loloan.
 
 
 
Saat Ramadan, makam ini tak pernah sepi dari peziarah. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia baik Jawa, Kalimantan hingga Aceh. Berbagai macam niatan mereka, mulai berdoa untuk meminta kesembuhan, kesuksesan dan rejeki.
 
Dalam ruangan khusus seluas 5x7 meter itu, Datuk Bauzir dimakamkan. Tirai tipis menutupi nisannya yang berkeramik putih. Makam Datuk diapit makam putranya, Syekh Ahmad, dan sahabatnya, Sayyid Hasan.
 
Lokasi Makam


Makam Datuk Ibrahim Bauzir adalah makam yang paling dikeramatkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Makam Datuk Ibrahim Bauzir berada di 3 kilometer arah utara kota Banyuwangi atau tepatnya Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Lateng.
 
Kompleks makam menempati area hampir satu hektare di daerah yang dulunya bernama Kampung Arab. Di halaman depan dan belakang tersebar puluhan makam kerabat dan sahabat Datuk. Makam Datuk sendiri berada di ruangan khusus sebelah utara kompleks.