Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Pangeran Sukowati Sragen

 
Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Pangeran Sukowati Sragen

Tabir Sejarah

Makam R. Bagus Jambu atau Pangeran Adipati Mangkubumi Sukowati. Beliau adalah putera ke-9 dari Ki Ageng Pemanahan dan menantu dari Panembahan Ronggo Sukowati (Raja Islam Pertama di Pulau Madura sekarang Pamekasan).

Menurut beberapa kalangan, nama Sukowati diadopsi dari sebuah nama seorang pangeran yang hidup semasa zaman Kerajaan Mataram, yakni Pangeran Sukowati. Selain itu, nama tersebut juga memiliki makna yang dalam.

Kata suko berarti senang atau suka dan wati berarti keindahan. Oleh sebab itu, Kabupaten Sragen tidak terlepas dari sejarah adanya makam Pangeran Sukowati yang terletak di dusun Pengkol, Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Menurut Juru Kunci Makam, Gito Wiyono, makam tersebut mempunyai peran penting bagi Sragen. Pasalnya, sejarah berdirinya Kabupaten Sragen merupakan napak tilas dari perjuangan adik dari Pangeran Pakubuwono II itu melawan penjajahan Belanda pada masa Kerajaan Mataram atau sekitar tahun 1746.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, Pangeran Mangkubumi, nama lain Pangeran Sukowati, sangat membenci Belanda. Dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda, yang disebut Perang Mangkubumen (1746–1757). Dalam perjalanan perangnya, ia bergerak melewati berbagai desa, antara lain Desa Cemara, Tingkir, Wonosari hingga ke Desa Pandak, Karangnongko masuk telatah Sukowati.

Singkat cerita, karena sesuatu hal Pangeran Sukowati tewas dan dimakamkan di lokasi itu. Untuk mengenang sejarah itu, seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Sragen selalu mengunjungi makam setiap hari jadi Sragen, 27 Mei.

 

Lokasi makam

Makam ini terletak di dusun Pengkol, Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen ± 20 km dari Kota Sragen.

 

yang Sudah Mengunjungi Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Pangeran Sukowati Sragen

  • Lilis Sugiarto Lilis Sugiarto