30 Oct 2019 · 2.199 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Jakarta - Setelah seorang perempuan Prancis menggugat seorang politisi sayap kanan yang mengkritiknya karena memakai hijab di tempat umum, Presiden Prancis Emmanuel Macron kemudian memperingatkan warganya agar tidak menghubung-hubungkan Islam dengan terorisme dan tidak "memberi cap buruk" kepada Muslim.
"Kita harus berdiri bersama dengan sesama warga negara," terang Macron dalam konferensi pers, beberapa hari yang lalu. Setidaknya, ada lima juta penduduk Muslim di Prancis dan ini merupakan jumlah minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat.
Pemakaian hijab dilarang di sekolah, kantor pemerintah, dan gedung-gedung publik di Prancis. Secara resmi Prancis merupakan negara sekuler dan pemakaian pakaian penutup tubuh telah menjadi sumber kontroversi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, seorang perempuan Muslim yang memakai hijab menemani anaknya yang sedang studi tur ke parlemen lokal di Bourgogne-Franche-Comté di Prancis timur. Ia menerima cercaan secara verbal dari ruang sidang anggota parlemen.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+