Biografi KH. Musta’in Romly

 
Biografi KH. Musta’in Romly

KH. Musta’in Romly adalah penerus pemimpin Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso (Jombang) dan sebagai Syaikh Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, yang memiliki puluhan ribu pengikut di Jawa Timur. Kiai Musta’in menggantikan kedudukan sang ayah, Kiai Romly Tamim yang wafat pada 1958, baik sebagai kiai maupun syaikh tarekat. KH. Romly maupun KH. Musta’in adalah sama-sama aktivis NU, namun keduanya sama-sama tidak mempunyai jabatan formal di kepengurusan NU, kecuali di tingkat lokal.

Lahir
.KH Musta’in Romly lahir di Rejoso pada tanggal 31 Agustus 1931.

Pendidikan
Sejak kecil ia mendapat didikan langsung dari kedua orang tuanya. Dan baru tahun tahun 1949 M melanjutkan studi di Semarang dan Solo di Akademi Dakwah Al Mubalighoh, diperguruan ini bakat kepemimpinannya menonjol sehingga pada waktu singkat mengajak sahabat-sahabatnya yang berasal dari daerah Jombang mendirikan Persatuan Mahasiswa Jombang. Studi di Lembaga ini diakhiri pada tahun 1954 M.

Keluarga Beliau
Sampai wafat pada tanggal 21 Januari 1985, kiai Musta’in meninggalkan beberapa putra dan putri yaitu M Rokhmad (almarhun), H Lukman Haqim dari ibu Chafsoh Ma’som, Hj Choirun Nisa dari ibu Dzurriyatul Lum’ah, H Abdul Mujib, Ahmada Faidah, Chalimatussa’diyah dari ibu Nyi Hj Djumiyatin Musta’in serta Siti sarah dan Dewi Sanawai dari ibu Hj Latifa.

Kiprah di NU
Pada tahun 1954 M beliau aktif di Nahdhatul Ulama Jombang tempat asalnya dan kemudian menjadi pengurus IPNU Pusat tahun 1954 sampai 1956. Upaya menerpa diri untuk lebih matang sebagai pimpinan Pondok Pesantren, KH Musta’in Romly banyak beranjang sana ke berbagai pondok pesantren dan lemnaga pendidikan pada umumnya. Mulai tingkat nasional sampai internasional. Dalam kaitan inilah pada tahun 1963 M beliau Muhibbah ke Negara-negara Eropa dan Timur Tengah, yang huga berziarah ke makam Syeh Abdul Qodir Al Jailani tokoh pemprakarsa Thoriqoh Qodiriyah, di Irak.

Mursyid Thariqoh
Sebagai putra Mursyid Thariqoh, dirinya juga harus meneruskan perjuangan ayahandanya sebagai penerus jamiyah tarekah, sekaligus pula menjabat sebagai pimpinan tertinggi Pondok Pesantren Darul Ulum sepeninggal ayahandanya tahun 1958. Hal ini tak lepas dari jiwa kiai Musta’in yang gigih berjuang juga tak takut berbeda.

Kiai Musta’in Romly adalah arguably yang paling karismatik dan berpengaruh kiai tarekat Jawa Timur dan Madura, pusat jaringan badal delapan puluh dan berikut estimasi lima puluh ribu. 

Di tengah suasana pro-kontra dan ketegangan politik, Kiai Mustain yang juga banyak agenda kerjanya sebagai rektor kampus Undar Jombang dan pejabat DPR-MPR RI, beliau tetap istikamah dan menjaga komitmennya sebagai kiai dan mursyid.

Setiap Kamis, meski sedang ada rangkaian jadwal rapat dan sidang parlemen hingga beberapa hari di Jakarta, Kiai Mustain menyempatkan diri pulang ke Jombang memimpin rutinan “khususiyah tarekat” dan kemudian kembali lagi ke Jakarta. Bukan kebiasaannya mewakilkan atau mendelegasikan tugasnya sebagai mursyid kepada yang lain.

Kesibukan di luar kota yang padat dan saat tiba di Jombang telah dini hari atau menjelang fajar, Kiai Mustain menjaga disiplin tak meninggalkan jadwal mengisi pengajian kitab kuning di pesantrennya, meski letih dan terkantuk, dan kadang sekian menit tertidur dalam posisi duduk di hadapan kitab kuning, para santri sabar menunggu hingga beliau terbangun.

Hal ini penting mengingat beliau adalah Al Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsabandiyah mewarisi keguruan KH. Romly Tamim dam KH. Cholil Rejoso. Oleh-oleh dari kunjungan muhibbah ini antara lain yaitu mendorong berdirinya Universitas Darul Ulum pada tanggal 18 September 1965. Universitas Darul Ulum sendiri diprakasai oleh Dr. KH. Musta’in Romly, KH. Bhisry Cholil, K. Ahmad Baidhowi Cholil, Mohammad Wiyono (mantan Gubernur Jatim), KH. Muh. As’ad Umar dan Muhammad Syahrul, SH. Untuk melengkapi keabsahan KH. Musta’in Romly sebagai Rektor.

Pada tahun 1977 beliau mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Macau University. Pada tahun 1981 lawatan ke Timur Tengah dilakukan kembali, dengan hasil kerjasama antara Universitas Darul Ulum dan Iraq University dalam bentuk tukar-menukar tenaga edukatif, dan dengan Kuwait University dalam bentuk beasiswa studi ke Kuwait.

Pada tahun 1984 KH. Musta’in berkunjung ke Casablanka, Maroko, tepatnya pada bulan Januari 1984, yaitu mengikuti Kunjungan Kenegaraan bersama Wakil Presiden RI, Umar Wirahadi Kusuma dan Menteri Luar Negeri RI Prof. Dr. Muchtar Kusumaatmadja dalam acara Konverensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kunjungan ini dilanjutkan ke Perancis dan Jerman Barat. Selanjutnya pada bulan Juli dengan tahun yang sama, KH Musta’in mengikuti Konferensi antar Rektor se- dunia di Bangkok.

Semua kunjungan dijalani KH. Musta’in dengan tekun demi kelembagaan Pendidikan yang dialamatkan beliau, yaitu Lembaga Pondok Pesantren Darul Ulum, Lembaga Thariqah Qoddiriyyah wa Naqsabandiyah dan Universitas Darul Ulum. 

Adapun jabatan yang pernah diamanahkan kepada Dr. KH Musta’in Romly adalah:

  1. Aggota DPR - MPR RI tahun 1983 sampai wafat.
  2. Wakil ketua DPP MDI tahun 1984 sampai wafat.
  3. Rektor Universitas Darul Ulum tahun 1965 sampai wafat.
  4. Al Mursyid Toriqoh Qodiriyah Wannaqwsabandiyah tahun 1958.
  5. Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum tahun
    1958 sampaiwafat.
  6. Anggota BKS Perguruan Tinggi Swasta tahun 1983 sampai wafat.
  7. Anggota IAUP ( International Association of University President ) 1981 di
    Chicago.
  8. Ketua Umum Jam’iyah Thoriqot Mu’tabaroh Indonesia pada tahun 1975 sampai wafat.