Biografi KH. Marzuqi Mustamar

 
Biografi KH. Marzuqi Mustamar

Daftar Isi Profil KH. Marzuqi Mustamar

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Mendirikan Pesantren
  6. Karier
  7. Karya-Karya

Kelahiran

KH. Marzuqi Mustamar lahir pada tanggal 22 September 1966 di Blitar. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Mustamar dengan Nyai Siti Jainab.

Keluarga

KH. Marzuqi Mustamar  melepas masa lajangnya dengan menikahi Bu Nyai Sa’idatul Mustaghfiroh. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua laki-laki dan lima perempuan. Putra-putri beliau diantaranya, Habib Nur Ahmad, Diana Nabila, Millah Shofiya, M. ‘Izzal Maula, ‘Izza Nadila, Rossa Rahmania, dan Dina Roisah Kamila.

Pendidikan

Sejak kecil, KH. Marzuqi Mustamar dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua dengan disiplin ilmu yang tinggi. Beliau dididik dengan belajar al-Qur’an dan dasar ilmu agama. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di sekolah formal, pada tahun 1972, beliau masuk TK Muslimat Karangsono Kanigoro, Blitar. Lalu melanjutkan lagi  di sekolah MI Miftahul ‘Ulum, tahun 1979.

Lalu melanjutkan lagi di SMP Hasanuddin, tahun 1982, kemudian melanjutkan pendidikannya di MAN Tlogo, tahun 1985. Selain itu, beliau juga pernah mondok di PP. Nurul Huda, Mergosono.

Kemudian pada tingkat selanjutnya beliau belajar di LIPIA Jakarta, tahun 1988, lalu beliau kembali melanjutkan studinya Setara 1 (S1) di IAIN Malang, tahun 1990, dan kembali melanjutkan study  S-2 di UNISLA selesai tahun 2004.

Guru-Guru

KH. Marzuqi Mustamar belajar kebeberapa kiai dan pengasuh pesantren. Guru-guru beliau diantaranya, KH. Ridwan, KH. Hamzah, KH. Abdul Mudjib untuk fikih, KH. Hasbullah Ridwan dan KH. Masduki Mahfud.

Mendirikan Pesantren

Selang satu bulan setelah menikah, KH. Marzuqi Mustamar bersama istri mencoba mengadu nasib dan hidup mandiri. Saat itu pilihannya adalah daerah Gasek, Kecamatan Sukun. Yang dicari adalah rumah kontrakan yang dekat masjid. Dari pencariannya tersebut, didapatlah rumah salah seorang warga yang bernama Pak Har dengan diantar santri Pondok Nurul Huda.

Tanpa diduga sebelumnya, pada hari pertama menempati rumah itu, ternyata sudah banyak santri yang datang mengaji. Di rumah sederhana itulah Marzuqi mengajar para santri. Mereka yang waktu itu belajar merupakan cikal bakal santri dan pesantren yang kini menjadi benteng utama umat di wilayah Gasek. Rumahnya tak lagi mampu sebagai tempat belajar.

Waktu itu di daerah Gasek sudah ada Yayasan Sabilurrasyad yang sudah memiliki lahan luas. Namun, setelah beberapa tahun didirikan, yayasan ini belum bisa berkiprah secara optimal. Akhirnya Marzuqi bekerjasama dengan Yayasan mendirikkan pesantren dengan nama Pesantren Sabilurrasyad.

Karier

  1. Ketua PCNU Kota Malang
  2. Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur
  3. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad
  4. Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang
  5. Dosen Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;
  6. Penulis tetap di Media Ummat rubrik mutiara hadits dan tanya jawab;
  7. Imam dan khatib, pemateri pengajian tetap Masjid Agung Jami’  Malang;
  8. Imam dan khatib, pemateri pengajian tetap masjid Sabililillah Malang dan banyak masjid besar lain.

Karya-Karya

  1. Kitab Muqtatofat Li Ahli Bidayat
  2. Solusi Hukum Islam
  3. Mutiara Hadist