07 Mar 2020 · 3.332 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Kata Kiai Agus Sunyoto: bagi masyarakat Jawa, orang kaya seperti pedagang dan pengusaha, tidak boleh bicara agama. Demikian juga politisi dan birokrasi. Bukan karena kapasitas kemampuan agama yang kurang, namun karena statusnya yang berkasta non-agamawan.
Satu-satunya kasta yang bisa diterima untuk bicara agama di tanah Jawa adalah Brahmana, seseorang yang kehidupannya jauh - baik menjauhkan diri atau dijauhkan - terhadap hal duniawi.
Bagi penduduk tanah Jawa, agama adalah urusan mulia yang hanya boleh diajarkan oleh mereka yang mulia. Dan bagi mereka status kemuliaan seseorang diukur dari seberapa jauh mereka dari urusan duniawi yang 'kotor'.
Jadi, bagi masyarakat Jawa, untuk bicara agama, memiliki ilmu saja tidak cukup. Namun dibutuhkan pula tauladan yang berakar dari konsistensi menjauhkan diri dari keburukan, yakni harta duniawi.
Itulah pula yang menyebabkan kegagalan Islam masuk ke tanah Jawa di fase penyebaran awal saat dibawa oleh para saudagar. Sebab bagi masyarakat Jawa, saudagar tidak pantas bicara agam
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+