11 Mar 2020 Β· 5.643 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Syaikh al-Rais Ibnu Sina pernah bercerita tentang perjalanan keilmuannya:
"Ayahku berasal dari Balkh. Lalu pindah ke Bukhara pada masa Nuh bin Manshur. Beliau menikahi ibuku dan tinggal di sana. Aku lahir di sana. Ayahku mendatangkan pengajar Alquran dan pengajar sastra. Ketika berumur sepuluh tahun, aku telah hafal Alquran dan banyak sastra hingga banyak yang takjub kepadaku.
"Aku mempelajari kitab-kitab fisika dan metafisika. Pintu-pintu ilmu pun terbuka padaku. Kemudian aku ingin mempelajari ilmu kedokteran. Aku membaca kitab-kitab tentangnya. Ilmu kedokteran bukanlah ilmu yang susah. Gak heran aku mampu menguasainya dalam waktu yang sangat singkat. Hingga pembesar-pembesar kedokteran belajar ilmu kedokteran padaku. Ketika itu, aku masih berumur 16 tahun."
"Kemudian aku menfokuskan diri selama satu setengah tahun. Maka aku mempersiapkan diri membaca Mantiq dan seluruh bagian-bagian dari filsafat. Dalam masa pencarian ilmu ini, sekalipun aku tidak pernah tidur sepanjang malam hari dan di siangnya, kesibukanku
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+