01 Apr 2020 ยท 5.234 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Dalam pembahasan paling akhir Kitab Fathul Majid, kitab tauhid karangan Syekh Muhammad Nawawi Banten disebutkan bahwa nikmat paling besar ketika di akhirat adalah bisa melihat Allah secara langsung:
ูุงุฐุง ุฑุงู ุงูู ุคู ููู ุงููู ุฌู ูุนุฒ ุชุฑููุง ูุนูู ุงูุฌูุฉ ูุงูู ูู ุงุฌุชู ุน ูุนูู ุงูู ุงูุฌูุฉ ูุง ูุณุงูู ุงูู ูุญุธุฉ ู ู ุฑุงูุชู ุชุนุงูู ููู ุงูุจุฑ ูุนู ุงูุงุฎุฑุฉ ูู ุง ุงู ุงูุงูู ุงู ุงูุจุฑ ูุนู ุงูุฏููุง
“Ketika orang-orang beriman mulai bisa melihat Allah, maka mereka langsung meninggalkan nikmat-nikmat surga yang lain. Hal ini terjadi karena apabila semua nikmat penghuni surga dikumpulkan maka sedikitpun tidak bisa menyamai dengan nikmatnya melihat Allah. Melihat Allah adalah nikmat akhirat yang paling besar seperti halnya iman adalah nikmat yang paling besar ketika di dunia.”
Lalu bagaimanakah dengan melihat Rasulullah Muhammad ketika di dunia? Apakah manusia bisa melihat Rasulullah?
Dikutip Laduni.id dari laman KHASMedia, melihat Rasulullah bagi umat zaman akhir adalah sebuah keistewaan tersendiri, dan ini hanya
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+