03 Apr 2020 · 7.162 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Sebagaimana raga yang selalu berubah-ubah, jiwa juga. Raga bisa sakit, bisa sehat. Dari muda jadi tua. Cerdas cemerlang tiba-tiba pikun dan pelupa.
Iman dan tauhid pun juga begitu. Iman turun-naik. Hati mudah bolak-balik. Sebab, watak alamiah hidup adalah perubahan. Boleh jadi hari ini seseorang beriman, besok belum tentu; hari ini bermaksiat, besok mungkin sudah bertaubat.
Apalagi di zaman mihan, yang penuh cobaan dan ujian, seperti sekarang, beriman dan bertauhid bagaikan menggenggam bara api. Bila tidak waspada diri, perubahan sedikit pun, semisal merebaknya virus corona, bisa saja membuat iman tauhid sirna. Hilang kepercayaan pada kuasa dan kehendak Tuhan.
Padahal, perbedaan orang beriman dan tidak beriman juga sangat tipis. Orang beriman melihat keterlibatan Tuhan di balik setiap peristiwa dan perubahan. Sedangkan orang tidak beriman terjebak dalam realitas materiil yang lahiriah semata. Mereka tidak percaya pada Tuhan.
Imam Junaid Baghdadi memaknai tauhid sebagai “makna
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+