06 Apr 2020 · 2.923 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Hari Kamis tanggal 2 April, sebuah pesawat yang penuh masker buatan China sudah siap di landasan, akan terbang ke Perancis. Tapi, “AS membayar 3 atau 4 kali lipat lebih banyak daripada yang kami bayarkan, tunai,” kata Jean Rottner, kepala wilayah Prancis timur. Masker itu pun tidak jadi dibawa ke Prancis, putar haluan ke AS. [1]
Tapi, Prancis juga jadi perampas masker dari Swedia. Media Prancis L'Express melaporkan bahwa Paris mengambil stok dari produsen Swedia, Molnlycke, yang akan dikirim ke Spanyol dan Italia.
“Kami harap Prancis menjamin keamanan rantai suplai dan transportasi barang," protes kementerian luar negeri Swedia, Jumat (3/4).[2]
Tanggal 3 April, pemerintah Jerman ikut curhat. Pengiriman masker yang sebenarnya sudah dipesan dari China untuk polisi Jerman, saat dipindahpesawatkan di Thailand malah dialihkan ke pesawat menuju AS.
Andreas Geisel, menteri dalam negeri untuk Berlin state, menyebut kelakuan AS ini sebagai "pembajakan modern" dan menyerukan kepada pem
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+