Belajar Menulis dari Dua Penulis Muslim Peraih Penghargaan Nobel

 
Belajar Menulis dari Dua Penulis Muslim Peraih Penghargaan Nobel
Sumber Gambar: AFP/Nobel Prize, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.id – Dalam dunia sastra internasional, hanya segelintir orang yang berhasil menyentuh puncak tertinggi penghargaan Nobel Kesusastraan. Dari 881 penerima Nobel di berbagai bidang sepanjang 1901-2015, hanya 12 orang (1,4%) adalah muslim.

Dua di antaranya adalah empu sastra yang namanya harum hingga kini, Naguib Mahfouz dari Mesir (1988) dan Orhan Pamuk dari Turki (2006). Di balik sekadar gelar dan medali, tersimpan kisah ketekunan, perjuangan melawan tekanan, serta rahasia dapur kreatif yang bisa menjadi teladan bagi siapa pun yang ingin serius menekuni dunia kepenulisan.

Naguib Mahfouz, Dari Gang Kairo hingga Panggung Dunia
Lahir di kawasan Gamaliya, Kairo, pada 11 Desember 1911, Naguib Mahfouz tumbuh di lingkungan yang sarat dengan aroma sejarah dan rakyat kecil. Namanya sendiri diberikan oleh orang tuanya untuk menghormati Profesor Naguib Pasha Mahfouz, sang dokter yang membantu kelahirannya. Ia kemudian berkiprah sebagai pegawai negeri di Kementerian Wakaf Mortmain, Direktur Badan Sensor di Biro Seni, Direktur Yayasan Pendukung Bioskop, hingga konsultan di Kementerian Kebudayaan. Dalam diam dan disiplin, ia menulis. Lebih dari 30 novel lahir dari tangannya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN