21 Jun 2020 Β· 4.685 dibaca · Sejarah
LADUNI.ID, Jakarta - Ketika itu, warga sekitar dan para Santri merasa resah. Setiap kali warga dan para Santri hadir pada saat acara tertentu yang digelar di Masjid, lebih-lebih pada waktu Sholat Jum'at, selalu saja ada sandal yang hilang. Padahal masjid tersebut berada dalam pengawasan seorang Kiai hebat (kasyaf).
Apa Kiai tidak tahu? Tidak mungkin Kiai tidak tahu, tentunya tahu?! Jika tahu kenapa Kiai diam?! Begitulah pertanyaan yang terlintas di dalam rata-rata benak warga sekitar dan para Santri.
Penyelesaian masalah yang dilakukan oleh hamba Allah yang luas ilmu Agamanya tentu berbeda dengan cara penyelesaian masalah yang dilakukan oleh orang awam. Seorang Kiai yang berada ditaraf ahli hakikat dan dekat dengan Allah (Waliyullah) tidak mungkin segegabah itu mensikapi masalah. Terlebih dahulu melaksanakan istikharah (memohon petunjuk) dan sangat berhati-hati (Wira'i) dalam bersikap adalah ciri khas gaya hidup para Kiai terpilih.
Singkat cerita, tanpa sepengetahuan warga dan para Santri. Sang Kiai meluangkan waktu menemui salah satu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+