Biografi KH. Imam Shonhaji

 
Biografi KH. Imam Shonhaji

Riwayat dan Kelahiran

KH. Imam Shonhaji yang mempunyai nama asli Atang, beliau dilahirkan di Subang pada tanggal 18 April 1942. K.H Imam Shonhaji merupakan anak ketiga dari pasangan H.Muhyiddin dan Hj Nuraenah.

Menimba Ilmu

Keberagamaannya yang begitu kuat diwariskan oleh lingkungan keluarga yang taat beragama. Setelah menamatkan Sekolah Rakyat (SR), beliau meneruskan ke Madrasah Ibtidaiyah di Babakan Ciwaringin Cirebon. Shonhaji muda melanjutkan pendidikannya ke MTs dan MA Ponpes Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.

Setelah pengembaraannya menuntut ilmu di Jawa Timur selesai, beliau merantau ke Bandung sambil belajar ngaji di Ponpes Sukamiskin Bandung. Keberadaannya di Ponpes Sukamiskin mengantarkan beliau menyunting Hj. Raden Maemunah Haedar, putri Pengasuh Ponpes Sukamiskin KH. Raden Haedar Dimyati. Perkawinannya dikaruniai 11 orang anak (6 laki-laki dan 5 perempuan) yang beliau sebut sebagai “team kesebelasan sepak bola”.

Menjadi Pengasuh Pesantren

KH. Imam Sonhaji merupakan pemimpin keempat yang meneruskan kepemimpinan dari K.H.R. Haedar Dimyati. Pada tahun 1965 K.H. ImamShonhaji mulai menginjakan kaki di Sukamiskin sebagai santri, sampai pada akhirnya K.H. Imam Shonhaji menikah dengan anak pertama KH. R. HaedarDimyati yaitu Hj. Memunah Haedar.

Setelah diangkat sebagai menantu pad atahun 1966, KH. R. Haedar Dimyati telah melihat sifat kepemimpinan dari KH.Imam Shonhaji. Berbeda dengan pemilihan atau penunjukan pemimpin sebelumya, dalam sebuah pesantren kepemimpinan yang diterapkan ialah gaya kepemimpinan secara turun-temurun, namun tidak ketika K.H. Imam Shonhaji datang ke Pesantren Sukamiskin dan diangkat sebagai menantu.

 Beliau diberikan amanat untuk memimpin pesantren menggantikan mertuanya yang telah meninggal yaitu K.H. Raden Haedar Dimyati. Hal tersebut menjadi menarik ketika sistem yang biasanya orang yang menjadi pemimpin ialah berasal dari satu keturunan, namun ketika KH. Raden Haedar Dimyati meninggal ia memilih menantunya untuk meneruskan kepemimpinan pesantren yaitu KH.Imam Shonhaji.

Kontribusi Beliau di Pesantren

KH. Imam Shonhaji merupakan salah satu tokoh yang memiliki banyakkontribusi terhadap perkembangan Pesantren Sukamiskin. Pesantren Sukamiskin mengalami perubahan dalam hal pembelajaran. Perubahan di sini bukan berarti merubah sistem pembelajaran sebelumnya tetapi adanya penambahan seperti adanya kreasi seni dari para santri setiap minggunya yang diberi nama pertamsilan. Kemudian didirikannya sekolah madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah tahun 1988.

Sosok seorang kiai dalam pesantren tentunya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pesantren tersebut. Hal tersebut disebabkan karena seorang kiai mempunyai pengaruh yang sangat penting baik dalam segi aktifitasnya, pembelajarannya atau pun sikap yang tertanam dalam pribadi santrinya.

KH. Imam Shonhaji merupakan sosok pemimpin yang kharismatik sehingga para santri yang belajar di Pesantren Sukamiskin sangat menghormati KH. Imam Shonhaji sebagai seorang pemimpin.Tidak hanya santri, keluarga dan masyarakat pun menghormati KH. Imam Shonhaji ketika menjadi seorang pemimpin baik di pesantren ataupun diorganisasi yang lain.

Karier Beliau

Kegiatan di pesantren yang dilakukan oleh KH. Imam Shonhaji ialah mengajar ngaji para santri. Sedangkan untuk karier menjadi Rois Syuriah di NU, ketua FKPP kota bandung, mendirikan pesantren, mendirikan sekolah formal di Pesantren Sukamiskin serta menjadi dewan syuro di Partai Kebangkitan Bangsa.

Untuk bidang keagamaan KH. Imam Shonhaji sering mengisi dakwah dan pengajian di sekitar lingkungan rumah, sedangkan dalam bidang sosial kegiatan yang dilaksanakan ialah adanya santri raksa moral, santri raksa desa, santri nyaah ka kolot, santri raksa usaha, santri raksa pangan.

Berpulang ke Rahmatullah

K.H. Imam Shonhaji meninggal dunia pada Desember 2009 beliau dimakamkan di pemakaman keluarga besar pesantren Sukamiskin, Bandung.