Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Marzuqi Dahlan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Marzuqi Dahlan

1906 – 1975 M · 31.686 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Marzuqi Dahlan merupakan putra bungsu dari empat bersaudara, dari pasangan KH. Dahlan dengan Nyai Artimah. Beliau lahir tahun 1906 M, di Desa Banjarmelati, sebuah desa di bantaran barat Sungai Brantas, Kota Kediri.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1 Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karomah

5.    Keteladanan
6.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga KH. Marzuqi Dahlan
1.1  Lahir

KH. Marzuqi Dahlan merupakan putra bungsu dari empat bersaudara, dari pasangan KH. Dahlan dengan Nyai Artimah. Beliau lahir tahun 1906 M, di Desa Banjarmelati, sebuah desa di bantaran barat Sungai Brantas, Kota Kediri.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Marzuqi Dahlan menikah dengan Nyai Maryam binti KH. Abdul Karim Lirboyo pada tahun 1936 M. Meski telah menikah, semangat beliau dalam mengaji tidak pernah luntur, hal ini merupakan salah satu amanat yang disampaikan KH. Abdul Karim kepada beliau, sesaat usai akad nikah berlangsung, hingga himmah beliau untuk tetap mendidik santri terus terjaga dan sangat istiqomah.

Pada tahun 1961 M, Nyai Maryam berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan beliau untuk selama-lamannya. Namun untuk menghapus kedukaan yang berlarut-larut, keluarga menikahkan KH. Marzuqi Dahlan dengan Nyai Qomariyah yang tak lain adalah adik bungsu Nyai Maryam.

Dari pernikahan tersebut beliau di karuniai anak, di antaranya adalah Ruqoyyah, KH. Ahmad Idris Marzuqi, Salimah, Muslikah, Khusnul Khotimah, Mohammad Thohir, Malihah, Bahrul Ulum, dan Muhammad Ahlish.

1.3 Wafat
Pada tahun 1973 M, KH. Marzuqi Dahlan dua tahun setelah menunaikan ibadah haji, kondisi Kesehatan beliau mulai terganggu, sebab usia beliau memang sudah sepuh. Namun meski demikian, semangat beliau untuk memimipin Pesanten Lirboyo tetap terjaga, hingga pada bulan Syawal pada tahun 1975, beliau jatuh sakit dan harus dirawat di RS. Bayangkara, Kediri.

Dua minggu lamanya beliau dirawat, karena tidak ada perubahan yang menggembirakan, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pulang KH. Marzuqi Dahlan ke kediaman beliau, hingga pada hari Senin tanggal 18 November 1975 M beliau dipanggil Sang Pencipta, di hadapan keluarga dan para santri yang sangat mencintai beliau.

Selanjutnya tampuk kepemimpinan Pesantren Lirboyo diteruskan oleh KH. Mahrus Aly, asal Dusun Gedongan, Desa Ender, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, seorang ulama besar yang alim dan juga pejuang kemerdekaan. Beliau adalah menantu dari KH. Abdul Karim pendiri Pesantren Lirboyo, yang dinikahkan dengan Nyai Zaenab.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Perjalanan Menuntut Ilmu

Di bawah pengawasan langsung kakeknya (KH. Sholeh Banjarmelati), KH. Marzuqi Dahlan kecil memulai pendidikannya dengan belajar dasar-dasar Islam seperti aqidah, tajwid, fiqih ubudiyah, dan lain-lain.

Pernah satu waktu, sang ayah (KH. Dahlan) meminta agar KH. Marzuqi Dahlan kembali ke kampung halaman (Pondok Pesantren Jampes) guna menuntut ilmu langsung di bawah asuhan ayah kandung sendiri. Atas perintah ayahnya, akhirnya KH. Marzuqi Dahlan bersedia, namun beberapa saat kemudian KH. Marzuqi Dahlan kembali ke Banj

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+