08 Oct 2020 · 6.319 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Ketika pemikiran tasawuf Ibnu Arabi diperkenalkan ke Nusantara, dan diintegrasikan ke dalam kajian-kajian tasawuf falsafi Islam Nusantara, maka akan ditemukan banyak hal menarik.
Pada dasarnya, mengkaji ilmu yang diuraikan oleh Ibnu Arabi adalah sesuatu yang eksklusif, khusus takhassus. Levelnya yang melakukan kajian ini adalah santri-santri Ma'had Aly. Dan harus melalui jaringan thariqoh serta perlu guru atau mursyid-nya. Berikut ini contohnya:

Ini adalah naskah Kitab Muntahal Madarik karya Sa’dudin atau Sa’iduddin Muhammad bin Ahmad Al-Farghani (w. 700 H/1300 H). Beliau adalah murid dari Sadruddin Al-Qunawi (w. 672 H/1273 M), dan yang terakhir ini adalah murid dari Imam Ibnu Arabi.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+