Biografi KH. Zubair Umar al-Jailani

 
Biografi KH. Zubair Umar al-Jailani

Daftar Isi Profil KH. Zubair Umar al-Jailani

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Karya Sang Murid
  5. Karier
  6. Karomah

Kelahiran

KH. Zubair Umar al-Jailani lahir pada tahun 1908 di Bojonegoro.

Wafat

KH. Zubair Umar al-Jailani wafat pada tahun 1990. Jenazah beliau dimakamkan di Kauman, Salatiga.

Pendidikan

KH. Zubair Umar al-Jailani memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Simbang Kulon Pekalongan. Setalah selesai belajar di Pondok Tremas, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar  Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang diasuh oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Saat mondok di Tebuireng inilah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari menjodohkannya dengan putri seorang sahabat di Salatiga.

Setelah selesai belajar di Pondok Pesantren, beliau melanjutkan pendidikannya ke Hijaz, Syam, hingga berakhir di Al-Azhar, Kairo. Bersama sang istri, di sana beliau sempat menjadi pengajar ilmu falak. Sangkin alimnya, saat mengajar beliau tidak memakai kitab acuan.

Karya Sang Murid

Catatan-catatan murid KH. Zubair Umar al-Jailani selama belajar di kelas kemudian dikumpulkan, lalu disusun menjadi kitab berjudul Al-Khulashah al-Wafiyyah, yang merupakan rujukan ilmu falak hingga hari ini.

Karier

Setelah pulang ke Tanah Air, beliau aktif di NU, pengadilan agama, juga pernah menjabat rektor IAIN Walisongo Semarang.

Karomah

Delapan tahun setelah wafat, terjadi banjir besar yang merusak area pemakaman, termasuk makam KH. Zubair Umar al-Jailani. Saat itu nampak jasad dan kafan beliau masih utuh, dan bersih.

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya