09 Jan 2021 · 4.180 dibaca · Tasawuf
Laduni.ID, Jakarta - Hakikatnya, langit itu juga mengamalkan dzikir. Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syaikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah “Budi Utama Jasmani Sempurna”. Apa maksudnya?
Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi; "Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna," kata orang Sunda. "Waras bergas," kata orang Jawa. Sehat ruhaninya, sehat jasmaninya. Indah perangainya, prima kondisi fisiknya. Kuat jiwanya, tangguh raganya.
Laku kesufian paling pokok dari Nabi Muhammad SAW dan para kekasih Allah, para penerus dan pewarisnya ialah ذِكْرُ الله, yakni ingat Allah SWT, yang tata caranya telah diatur melalui prosesi akad ruhani تَلْقِيْنُ الذِّكْر.
Lantas, mengapa harus dzikir? Karena dengan mengucapkan kalimat dan mengingat-Nya terjadi internalisasi keadaan dan sifat-sifatnya di kehidupan pengamalnya.
Karena dengan dzikir itulah kemudian dapat diambil satu penegasan ba
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+