Biografi Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi

 
Biografi Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi

Daftar Isi Profil Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Karier
  4. Peranan di Nahdlatul Ulama
  5. Aktif di Politik

Kelahiran

Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi lahir pada 5 Januari 1928, di Purwokerto.

Pendidikan

Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi memulai pendidikkannya dengan belajar di Muallimat dalam Sekolah Guru Puteri Islam. Kemudian, setelah belajar di Muallimat ia pindah ke Barabai, Kalimantan Selatan.

Karier

Di Barabai tersebut, Hadinijah aktif mengajar di Sekolah Rakyat Islam Haruyan sejak 1945 hingga 1947. Kemudian pindah mengajar di Muallimat Barabai hingga 1949.

Selain sibuk mengajar, Hadinijah juga terlibat dalam organisasi kewanitaan. Ia pernah menjabat Ketua Cabang Perwani (Persatuan Wanita Indonesia) Barabai. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Cabang Gappika (Gerakan Pemuda Pemudi Kalimantan) Barabai.   

Pada 1950, Hadinijah pindah ke Desa Balong, Kecamatan Kandat, Kediri, Jawa Timur. Di tempat baru ini, ia kembali mengajar di Sekolah Rakyat Islam di kampung barunya tersebut.

Peranan di Nahdlatul Ulama

Pada 1950, Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi aktif dalam kepengurusan Konsul Muslimat NU Jawa Timur.

Aktif di Politik

Dari tiga partai yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilu 1955, Partai NU memiliki jumlah terbesar dalam keikutsertaan perempuan.

PNI dan Masyumi yang sama-sama mengantarkan 57 tokohnya sebagai anggota, hanya empat orang perempuan yang ikut. Sedangkan NU yang mengantarkan 45 orang di parlemen, satu di antaranya adalah Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi.

Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi terpilih secara tidak langsung dalam Pemilu 1955, karena pada saat itu beliau menggantikan Haji Fatah Jasin yang berhalangan tetap sebagai anggota parlemen. Karena berhalangan hadir itulah Nyai Hadinijah Hadi Ngabdulhadi terpilih menjadi anggota parlemen dari Dapil Jawa Timur.  Posisinya sebagai Ketua Konsul Muslimat NU Jawa Timur.