29 Apr 2021 ยท 5.792 dibaca · Artikel Keagamaan
Cahaya Berpendar- pendar di kamarnya
Laduni.ID, Jakarta- Pada dini hari yang sunyi sepi, Rabi'ah bangun. Hatinya gundah gulana. Gelisah. Ia segera bangkit, mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah. Ia menumpahkan seluruh duka lara dan kerinduannya yang menggamit relung kepada Allah.
ุฅููู.. ุฃูุง ูุชูู
ุฉ ู
ุนุฐููุจุฉ ูู ูููุฏ ุงูุฑููู ูุณูู ุฃุชุญู
ููู ูู ุฃูู
ูุฃุตุจุฑ ุนูููุ ูููู ุนุฐุงุจุงู ุฃุดุฏู ู
ู ูุฐุง ุงูุนุฐุงุจ ูุคูู
ุฑูุญู ููููููู ุฃูุตุงู ุงูุตุจุฑ ูู ููุณู. ุงููู ุงูุช ู
ูุตูุฏู ูุฑุถุงู ู
ุทููุจู ุงุนุทูู ู
ุญุจุชู.ูู
ุนุฑูุชู. ูุฐุง ูู ุบุงูุชู. ูุง ุงููู.
"Duhai Tuhanku. Aku ini perempuan yatim piatu yang menderita dalam belenggu perbudakan manusia. Aku rela menanggung sakit tubuh dengan seluruh kesabaran yang aku miliki. Biarlah. Derita ini tak seberapa berat dibanding dengan derita yang akan aku alami di akhirat kelak yang akan membakar ruhku dan melepaskan kesabaranku. Wahai Tuhanku. Kerelaan-Mu lah satu-satunya harapanku, Anugerahi aku rasa cinta kepada-Mu dan pengetahuan tentang-Mu. Wahai Tuhanku. Itulah puncak cita-citaku".
Begitulah Rabi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+