Biografi Imam Abu Ibrahim Ismail bin Yahya Al Muzani

 
Biografi Imam Abu Ibrahim Ismail bin Yahya Al Muzani
Sumber Gambar: Foto istimewa

Laduni.ID Jakarta – Nama lengkap Abu Ibrahin Ismail bin Yahya bin Ismail bin Amru bin Ishaq al-Muzani al-Mishri. Dia salah satu ulama mazhab Syafi’i yang sangat gigih pemebela mazhabnya. Oleh karena itu dia sering disebut sebagai nashir al-Mazhab (penolong mazhab).

Contents

Riwayat Hidup

Lahir

Lahir pada tahun 175 H. Selama dia hidup, dia menyaksikan kepemimpinan sebelas khalifah dinasti Abbasiyyah, di antaranya Harun ar-Rasyid (193 H), Muhammad al-Amin (198 H), al-Ma’mun (218 H), al-Mu’tashim (227 H), al-Watsiq (232 H) dan al-Mutawakkil (247 H).  Beliau menuntut ilmu kepada Al Imam Asy syafi’i sejak masuknya Al imam ke mesir di akhir tahun 199 H. Al Imam Al Muzani merupakan salah satu murid spesial, seorang yang sangat faqih, kuat dalam berhujjah terutama ketika berdebat dan membela madzhab gurunya. Seorang yang sangat zuhud, wara’ dan banyak beribadah.

Al hafidz Ibnu Abdil Barr berkata tentang Al Imam Al Muzani: “ Adalah beliau (Al Muzani) termasuk murid Asy syafi’i yang paling alim, dalam pemahamannya lagi cerdas. Kitab-kitab dan mukhtashor (ringkasan fiqh asy syafi’i) nya tersebar ke seluruh penjuru dunia, timur dan barat. Seorang yang sangat bertaqwa, wara’, dan zuhud.”

Baca Juga:   Biografi Imam Syafi'i

Wafat

Wafat pada tahun 264 H di umur delapan puluh sembilan tahun.

Pendidikan dan Sanad Keilmuan

Al-Muzani belajar langsung kepada Imam Syafi’i dan meriwayatkan hadis darinya. Suatu ketika Imam Syafi’i mengarahkan al-Muzani untuk menekuni ilmu fikih. Imam Syafi’i berkata, “Apa tidak sebaiknya kamu mempelajari ilmu yang jika kamu benar menadapat pahala, dan jika salah (dalam berijtihan), kamu tidak berdosa?” Al-Muzani bertanya, “Ilmu apa itu?” Imam Syafi’i menjawab, “Ilmu Fikih.” Sejak saat itu, al-Muzani belajar fikih secara intensif kepada Imam Syafi’i. Selain kepada Imam Syafi’i, dia juga belajar kepada ulama lain. Berikut ini adalah daftar guru-guru al-Muzani:

  1. Imam Syafi’i
  2. Imam Al Hasan bin Muhammad As Shabah Azza'Farani 
  3.  Imam Bukhari 
  4. Ahmad bin Yahya bin Wazir bin Sulaiman At Tujibi  
  5. Abu Tsur Alkalbi Al Baghdadi
  6. Imam Abu Ali Husein bin Ali Alkarabisi 
  7. Harmalah bin Yahya bin Abdullah At Tujibi 
  8. Imam Ahmad bin Hanbal
  9. Muhammad bin Syafi'i
  10. Ishaq bin Rohaweh 
  11. Abu Ya'qub bin Yusuf bin Yahya Albuwaiti  
  12. Abdullah bin Zubair bin Isa Abu Bakar Al Humaidi
  13. Nua’aim bin Hammad (ulama yang pertama kali menyusun kitab dalam skema musnad)
  14. Ali bin Ma’bad Syaddad
  15. Ashbagh bin Nafi’

Penerus

Keilmuan al-Muzani diteruskan oleh murid-muridnya, yaitu:

  1. Imam Nasai 
  2. Ibnu Al Qadhi Ibnu Suraij 
  3. Ibnu Mundzir
  4. bnul Qoshi
  5. Abu Ishaq Al Marwazi
  6. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah; guru dari Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Hibban.
  7. Abu Ja’far ath-Thahawi; penulis kitab Aqidah ath-Thahawiyyah.
  8. Abdurrahman bin Abu Hatim ar-Razi; penulis kitab tafsir berdasarkan atsar yang berjudul Tafsir Abi Hatim.
  9. Zakaria as-Saji.
  10. Ibnu Jaushan.
  11. Abu Bakar bin Ziyad.
  12. Ibnu Al Qadhi Ibnu Suraij
  13. Ibnu Mundzir
  14. Ibnul Qoshi
  15. Abu Ishaq Al Marwazi
  16. Al Mas'udi
  17. Abu Ali At-Thabari
  18. Al Qaffal Al Kabir Asy-Syasyi
  19. Ibnu Abi Hatim

Baca Juga:   Biografi Imam Bukhari

Teladan

Imam Syafi’i pernah berkata, “Al-Muzani Penolong mazhabku.” Beliau juga pernah berkata, “Anak ini (al-Muzani) jika mendebat setan, niscaya akan mengalahkannya.”

Umar bin Utsman al-Makki pernah mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang kekuatan keistikamahan ibadahnya seperti al-Muzani.” Abu Sa’id bin as-Sukari pernah berkata, “Aku pernah melihat al-Muzani, dan aku tidak pernah melihat orang yang lebih kuat beribadah kepada Allah selain dia.”

Al-Muzani Senang Memandikan Jenazah

Al-Muzani sangat bersemangat untuk ikut memandikan jenazah. Baginya itu sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Adz-Dzahabi, “Dia (al-Muzani) suka memandikan jenazah sebagai bentuk ibadah dan mengharap pahala dari Allah.” Sedangkan al-Muzani sendiri mengatakan, “Aku berusaha untuk selalu ikut memandikan jenazah untuk melembutkan hatiku, sehingga kegiatan itu kemudian menjadi kebiasaannku.”

Ketika Imam Syafi’i wafat, al-Muzani yang memandikan jenazahnya bersama ar-Rabi’ bin Sulaiman al-Muradi.

Karya

  1. Ahkam al-Quran
  2. Ifsadu at-Taqlid
  3. Al-Amru wa an-Nahyu ‘ala Ma’na Syafi’i
  4. At-Targhib fi al-‘Ilmi
  5. Al-Jami’ al-Kabir
  6. Al-Jami’ as-Shaghir
  7. Ad-Daqaiq wa al-Aqarib
  8. Syarh as-Sunnah
  9. Al-Mabsuth fi al-Furu’
  10. Al-Mukhtashar al-Kabir
  11. Mukhtashar al-Mukhtashar atau Mukhtashar al-Muzani
  12. Al-Masail al-Mu’tabarah
  13. Aqidah Ahmad bin Hanbal
  14. Al-Mantsurat
  15. Nihayah al-Ikhtishar
  16. Al-Watsaiq
  17. Al-Wasail

Baca Juga:  Biografi Ishaq bin Rohaweh

Sumber: 1. Terjemahan Matan Syarh as-Sunnah karya Imam al-Muzani, hlm. 1-6
               2. Kitab Thabaqat al-Fuqaha’ Syafi’iyyin juz 1 karya Ibu Katsir ad-Dimasyqi, hlm. 134-135.
               3. Kitab Thabaqat Syafi’iyyah al-Kubra juz 2 karya Abdul Kafi as-Subki, hlm. 93-95.
               4. Ensiklopedia Imam Syafi’i karya Dr. Ahmad Nahrawi Abdussalam al-Indunisi, hlm. 551-553.

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya