17 Jun 2021 · 4.943 dibaca · Sejarah
Laduni.ID Jakarta - Hampir semua pakar linguistik Arab bersepakat bahwa gagasan awal yang kemudian berkembang menjadi Ilmu Nahwu muncul dari Ali bin Abi Thalib saat beliau menjadi khalifah. Gagasan ini muncul karena didorong oleh beberapa faktor, antara lain faktor agama dan faktor sosial budaya. Yang dimaksud faktor agama di sini terutama adalah usaha pemurnian al-Qur’an dari lahn (salah baca).
Sebetulnya, fenomena lahn itu sudah muncul pada masa Nabi Muhammad Saw semasa masih hidup, tetapi frekuensinya masih jarang.
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa ada seorang yang berkata salah (dari segi bahasa) dihadapan Nabi, maka beliau berkata kepada para sahabat: “Arsyiduu akhokum fa innahu qad dlalla” (Bimbinglah teman kalian, sesungguhnya ia telah tersesat). Perkataan dlalla ‘tersesat’ pada hadits tersebut merupakan peringatan yang cukup keras dari Nabi. Kata itu lebih keras artinya dari akhtha’a ‘berbuat salah’ atau zalla ‘keseleo lidah’.
Baca Juga:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+