Kisah Seorang Pemuda yang Selalu Berpenampilan Baik Saat Bulan Maulid

 
Kisah Seorang Pemuda yang Selalu Berpenampilan Baik Saat Bulan Maulid
Sumber Gambar: Umroh.com

Laduni.ID, Jakarta – Suatu masa hiduplah seorang pemuda pada zaman Amirul Mukminin Harun Ar-Rasyid, pemuda tersebut memiliki perangai yang buruk. Penduduk Kota Bashrah kala itu sangat tak menyukai pemuda tersebut, bahkan mereka membenci kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Banyak perbuatan buruk yang dikerjakan oleh pemuda itu, di mata masyarakat ia dipandang hina. Setiap pemuda itu melintas di depan sebuah kerumunan, maka orang-orang mencaci-makinya. Tak ada satupun masyarakat yang peduli padanya.

Kendati demikian, pemuda itu selalu tampil baik saat bulan Rabiul Awal tiba, ia selalu mengenakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian, menyisir rambut, dan selalu membuka jamuan kenduri setiap bulan Rabiul Awal tiba.

Tentu saja, hal yang tak biasa dilakukan pemuda itu setiap harinya membuat kaget masyarakat kaget. Pada jamuan kenduri ia meminta kepada sejumlah penduduk untuk membacakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Walau demikian, masyarakat tetap tidak mengubah pandangan mereka terhadap pemuda tersebut. Masyarakat tetap memandang hina pemuda itu hingga hari kematiannya tiba, saat itu penduduk enggan untuk mengurusi jenazah pemuda itu sampai terdengarlah suara tanpa wujud yang menggema di atas langit Bashrah.

“Hai sekalian penduduk Bashrah, saksikanlah jenazah salah seorang waliyullah. Ia adalah seorang yang mulia di sisiku,” seru suara tersebut.

Mendengar hal itu para penduduk lalu berduyun-duyun mengurusi jenazah pemuda tersebut dengan sebaik-baiknya. Mereka perlakukan jezanah pemuda itu dengan baik, tidak seperti semasa hidupnya yang selalu mendapat penghinaan.

Beberapa waktu setelah diungkapnya pemuda itu yang ternyata seorang waliyullah, sejumlah penduduk pada suatu malam bermimpi melihat waliyullah yang mereka hina, menggunakan kain sutra yang sangat indah. Mereka melihatnya berjalan dengan penuh wibawa, lalu ditanyalah oleh salah seorang penduduk.

“Dengan apa kau mendapatkan kehormatan seperti ini?” tanya salah satu diantara penduduk.

“Berkat penghormatan terhadap hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW,” jawab waliyullah tersebut.

Wallahu A'lam

Kisah ini dikutip dari kitab I‘anatut Thalibin karya Al-Allamah Abi Bakr yang masyhur dengan sebutan Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, terbitan Darul Fikr, Beirut, juz III, halaman 415.

Setelah membaca kisah ini, mari luangkan waktu sebentar untuk membaca shalawat kepada Junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدْ

Disadur dari unggahan FB Gus Dewa Menjawab


Editor: Daniel Simatupang