Biografi Muhammad bin Muhammad bin Abdirrahman (Imamul Kamilyah)

 
Biografi Muhammad bin Muhammad bin Abdirrahman (Imamul Kamilyah)
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Daftar Isi Biografi Muhammad bin Muhammad bin Abdirrahman (Imamul Kamilyah)

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat
1.3       Keluarga

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2       Guru Beliau

3.         Penerus Beliau

4.         Sanjungan Ulama kepada Imamul Kamiliyah

5.         Karya

6.         Referensi

Nama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Abdirrahman bin Ali bi Yusuf bin Mashur. Sering dikenal dengan nama Imamul Kamiliyah (dinisbatkan kepada madrasah yang dipimpin ayahnya), Kamaluddin dan al-Kamal. Sering dijuluki Abu Muhammad, karena anaknya yang tertua bernama Muhammad. Dia adalah ulama yang lahir dan besar di Mesir.

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir

Beliau lahir di Mesir pada hari Kamis 18 Syawal tahun 808 H.

1.2       Wafat

Beliau wafat pada hari Jumat 15 Syawal tahun 874 H.

1.3       Keluarga

Imamul Kamiliyah berasal dari keluarga yang agamis dan terkenal sebagai keluarga yang mencintai ilmu, terutama ilmu agama. Ayah Imamul Kamiliyah sendiri, yaitu Syamsuddin Muhammad bin Abdirrahman bin Ali al-Imam al-‘Alim al-‘Allamah Imam al-Kamiliyah Baina Qashrain, merupakan seorang ulama besar yang bmenjadi panutan masyarakat. Ayahnya adalah murid dan penerus ajaran Syaikh al-Imam al-‘Allamah Syamsuddin bin al-Jazri (W. 829 H).

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu

Imamul Kamiliyah memulai pendidikan dasarnya di kampung halamannya dengan mendalami mazhab Syafi’i, bahasa Arab, sastra dan hukum Syariat secara umum kepada ayahnya. Dia belajar dan menghafal al-Quran kepada al-Fars Khalil al-Husaini. Selain al-Quran, dia juga menghafal sebagian kitab at-Tanbih fi al-Fiqh, seluruh kitab al-Wardiyyah fi an-Nahwi dan al-Malhah fi al-Adab.

Imamul Kamiliyah juga belajar fiqih kepada Syamsuddin al-Bushairi, Syamsuddin al-Barmawi, Nashiruddin al-Barnabari dan Syarafuddin as-Subki. Dia juga menghadiri majlis pengajian al-Wali al-‘Iraqi. Di dalam majlis tersebut dia memperoleh banyak pengetahuan yang bermanfaat. Selain itu, dia pergi mengembara ke berbagai tempat untuk menuntut ilmu dan ibadah.

2.2       Guru Beliu

Muhammad bin Muhammad bin Abdirrahman (Imamul Kamilyah) :

  1. Syamsuddin Muhammad bin Abdirrahman bin Ali al-Imam al-‘Alim al-‘Allamah Imam al-Kamiliyah Baina Qashrain (ayah Imamul Kamiliyah).
  2. Al-Fars Khalil al-Husaini.
  3. Syamsuddin al-Bushairi.
  4. Syamsuddin al-Barmawi (763 H-831 H).
  5. Nashiruddin al-Barnabari.
  6. Syarafuddin as-Subki (762 H-840 H).
  7. Al-Wali al-‘Iraqi; Waliyuddin Abu Zur’ah Ahmad bin Abdirrahman bin al-Husein bin Abdirrahman al-‘Iraqi (762 H-826 H).
  8. Ibnu Hajar al-Asqalani (773 H-852 H).
  9. Ibnu Fahd al-Makki (W. 885 H).
  10. At-Taqi al-Qalqasyandi al-Maqdisi (W. 867 H).

 3.        Penerus Beliau

Setelah Imamul Kamiliyah menimba ilmu kepada para ulama di zamannya, dia menjelma seorang ulama yang diakui keilmuannya. Dia menjadi seorang ulama yang pakar dalam ilmu fiqih, ushul fiqih, bahasa Arab, balaghah-ma’ani, tafsir, hadis dan sirah. Kapasitas keilmuannya inilah yang membuat guru-gurunya memberinya izin untuk mengajar dan memberi fatwa.

Murid-murid Imamul Kamiliyah:

  1. As Sakhawi; Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Utsman bin Muhammad as-Sakhawi asy-Syafi'i (831 H-905 H).
  2. Syamsuddin Abu al-Jaud; Muhammad bin Burhanuddin Ibrahim bin Abdirrahim al-Anshari al-Khalili asy-Syafi’i (845 H-902 H).

4.         Sanjungan Ulama kepada Imamul Kamiliyah

As Sakhawi mengatakan, “Dia (Imamul Kamiliyah) adalah seorang imam besar yang sangat ‘alim, memiliki persepsi yang baik terhadap orang lain dan memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik. “

Pengarang kitab Mu’jam al-Muallifin mengatakan, “Dia adalah seorang pakar hadis, tafsir, pakar fiqih dan pakar ilmu-ilmu ushul.”

5.         Karya

Imamul Kamiliyah memiliki banyak karya yang mencakup berbagai disiplin ilmu, baik ilmu ushul fiqih, fiqih, tafsir, hadis, sejarah dan dan biografi tokoh, bahasa, sirah dan lainnya. Berikut ini adalah karya-karya yang ditulis oleh Imamul Kamiliyah:

Dalam bidang ushul fiqih:

  1. Taisir al-Wushul ila Minhaj al-Ushul min al-Manqul wa al-Ma’qul.
  2. Mukhtashar Taisir al-Wushul ila Minhaj al-Ushul min al-Manqul wa al-Ma’qul.
  3. Syarh Ibni al-Hajib al-Ashli.
  4. Syarh al-Waraqat Li Imam al-Haramain.

Dalam bidang fiqih:

  1. Syarh Khuthbah al-Minhaj.
  2. Syarh Khuthbah al-Hawi.
  3. Syarh at-Tanbih.
  4. An-Nakt ‘ala al-Minhaj.
  5. Mukhtashar Syarh al-Umdah.
  6. Kitab ash-Shalah Afdhal al-A’mal.
  7. Karya dalam bidang tafsir:
  8. Syarh Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil.
  9. Mukhtashar Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil.
  10. Tafsir Shurah as-Shaff.

Karya dalam bidang hadis:

  1. Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah.
  2. Mukhtashar at-Tanqih Syarh al-Jami’ ash-Shahih.
  3. Basth al-Kaff fi al-Hadis al-Musalsal.
  4. Ziyadat ‘ala Takhrij Ibni Hajar Liahadits Mukhtashar Ibni Hajib.

Karya dalam bidang sejarah dan biografi tokoh:

  1. Thabaqat al-Asya’irah.
  2. Bughyah ar-Rawi fi Tarjamah al-Imam an-Nawawi.
  3. Risalah fi Hayah al-Khadhar wa Hayatihi.
  4. Karya dalam bidang bahasa Arab:
  5. Syarh al-Wardiyyah wa an-Nahwiyyah.
  6. Karya dalam bidang sirah nabawiyyah:
  7. Kitab al-Khashaishan-Nabawiyyah.

Karya yang lain:

  1. Kitab fi at-Tahdzir min Ibni ‘Arabi.

6.         Referensi

Kitab Taisir al-Wushul ila Minhaj al-Ushul min al-Manqul wa al-Ma’qul li Imam al-Kamiliyah Juz 1: Pengantar penahkik, hlm 60-90. (Sanad Ulama Nahdlatul Ulama wiki.laduni.id)


 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya