Biografi KH. Muhammad Ridwan Sururi

 
Biografi KH. Muhammad Ridwan Sururi

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Karier
4.1       Karier Beliau

5          Pelestari Dialek Ngapak

6         Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

KH Muhammad Ridwan Sururi, demikian nama lengkap ulama karismatik yang juga pengasuh Pondok Pesantren An Nur Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Sosok humoris kelahiran 13 Desember 1943
 

1.2     Wafat

KH. Muhammad Ridwan Sururi wafat 13 Juni 2021 dalam usianya yang ke 78 tahun. 

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Masa Menuntut Ilmu

Sebelum mengasuh pesantren, KH. Muhammad Ridwan Sururi menimba ilmu di berbagai daerah. Beliau pernah nyantri di pesantren Buntet Cirebon antara tahun 1956-1963  dan pesantren Al Anwar Sarang Rembang tahun 1963-1967. Guru-guru beliau selama di Buntet Cirebon antara lain KH. Akyas, KH. Abdul Djamil, KH. Murtadlo Said. Selepas dari Buntet, Kiai Sururi muda meneruskan ngangsu kawruh di Sarang Rembang. Di sana beliau berguru kepada KH. Zubair Dahlan, KH. Abdurrochiem, KH. Djalil, dan ulama lainnya.

2.2       Guru-Guru Beliau

  1. KH. Akyas
  2. KH. Abdul Djamil
  3. KH. Murtadlo Said
  4. KH. Zubair Dahlan
  5. KH. Abdurrochiem
  6. KH. Djalil

2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

Awal tahun 1971, KH. Muhammad Ridwan Sururi  bersama dengan masyarakat setempat mendirikan sebuah masjid berukuran 10x15 meter persegi di Grumbul Kedunglemah. Masjid yang merupakan sentra aktvitas pesantren itu kini telah mengalami renovasi. Bahkan, bangunan masjid telah diperluas menjadi 15x22 meter persegi.

Sebelum berdiri Pesantren An-Nur,KH. Muhammad Ridwan Sururi  sering kedatangan dua-tiga orang santri yang hendak mengaji. Maka, awal tahun 1979 gagasan beliau untuk mendirikan pesantren pun segera diwujudkan. Mula-mula beliau mendirikan asrama pesantren putra berukuran 3x9 meter, terdiri dari tiga ruang kamar. Bangunan di sebelah selatan masjid inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya Pesantren An-Nur (1980).

Tujuh tahun berselang, yakni awal tahun 1986 beliau membangun asrama pesantren putri di atas areal seluas 7x24 meter persegi. Bangunan berlantai dua yang terdiri dari 14 kamar itu mulai difungsikan awal tahun 1987.

3          Penerus Beliau

3.2       Murid-murid Beliau

Murid-murid beliau adalah para santri di pesantren  An Nur Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

4        Karier

4.1      Karier Beliau

Pengasuh pesantren  An Nur Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

5.          Pelestari Dialek Ngapak

Selain mengajar kitab kuning, secara pribadi KH. Muhammad Ridwan Sururi mengajar Alquran kepada para santri. Di samping mengelola pesantren, KH. Muhammad Ridwan Sururi i banyak menerima undangan untuk mengsisi Pengajian Umum di kampung-kampung.

Berbeda dengan mubaligh lokal pada umumnya yang menggunakan Basa Jawa alus atau Bahasa Indonesia,KH. Muhammad Ridwan Sururi lebih memilih menggunakan Basa Jawa khas dialek Banyumasan dalam berbagai ceramahnya. Dalam hal ini, KH. Muhammad Ridwan Sururi patut mendapat penghargaan sebagai pelestari dilalek Banyumasan.

Tubuhnya kecil namun trengginas. Bersarung, jas dan iket. Itulah ciri khas KH. Muhammad Ridwan Sururi saat tampil podium. Ternyata bukan saja di podium, di dalam keseharian di pesantren pun beliau selalu mengenakan iket.

KH. Muhammad Ridwan Sururi, diakui semangat dakwahnya luar biasa, penampilannya pun berbeda dengan umumnya kiai. Beliau seringkali menggunakan iket kepala, bukan peci putih, peci hitam atau songkok bahkan blangkon melainkan iket khas tradisi Jawa Banyumas.

"Inyong Wong Banyumas, bangsa panginyongan ya iketan," kata KH. Muhammad Ridwan Sururi  semasa hidupnya, sehingga beliau dikenal dengan kiai iket. Sosok kiai yang sederhana, merakyat, nyemedulur yang berkarakter teguh sebagai manusia pribumi Nusantara.

5         Referensi

https://pcnucilacap.com/kh-ridwan-sururi-kyai-iket-asal-kedungbanteng-banyumas/

 

 

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya