Ziarah Makam Syekh Abdul Adzim Al-Maduri, Mursyid Thariqah Naqsyabandiyah

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah Makam Syekh Abdul Adzim Al-Maduri, Mursyid Thariqah Naqsyabandiyah
Sumber Gambar: Komisariat PMII STAIS

Laduni.ID, Jakarta – Syekh Abdul Adzim Al-Maduri adalah seorang mursyid yang pertama kali membawa Thariqah Naqsyabandiyah dari Mekkah ke Pulau Madura. Syekh Adzim lahir di Mekkah, sejak kecil beliau telah menimba ilmu kepada para mursyid dan ulama Mekkah.

Syekh Adzim Al-Maduri berguru kepada Sayyid Muhammad Shalih az-Zawawi dan Syekh Abdul Hamid ad-Daghatstani al-Muzhhari, dari sanad kedua ulama inilah sanad thariqah Syekh Adzim bersambung hingga bertemunya dua silsilah thariqah antara Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah dengan Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Ismail Al-Minangkabawi. Selain itu, Syekh Adzim juga menimba ilmu kepada Sayyid Abdul Karim Daghitstani dan Sayyid Umar asy-Syami.

Syekh Adzim juga pernah mengajar di Mekkah, dari sini lah lahir para penerus Thariqah Naqsyabandiyah yang lain. Di antara murid-murid beliau adalah Syekh KH. Zainal Abidin Kwanyar, Syaikhona Kholil Bangkalan, Syekh KH. Hasan Basuni, Syekh KH. Muhammad Sholeh Pamekasan, dan masih banyak lagi.

Para murid-muridnya inilah yang turut menyebarkan Thariqah Naqsyabandiyah ke seantero Nusantara dan Asia. Di antaranya juga yang terbesar adalah jama’ah Naqsabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah (Naqsyabandiyah Gersempal) yang berpusat di Gersempal Omben Sampang, Jawa Timur.

Syekh Adzim juga ulama yang sangat aktif menulis, banyak sekali kitab yang telah beliau tulis. Namun sayang, kitab-kitab tersebut hilang entah ke mana, hanya ada dua kitab yang berhasil ditemukan. Dua kitab tersebut adalah Kaifiyat Berzikir Atas Thariqat Naqsyabandiyah (sebuah risalah yang mendapat pengaruh besar di kalangan pengamal-pengamal Thariqah Naqsyabandiyah di Melayu, cetakan pertama Matba’ah al-Miriyah al-Kainah, Makkah, 1308 H/1890 M) dan As-Sholawat Ar-Robithoh Li Hadrotin Masyayihin An-Naqsyabandiyyah (kitab yang berisi shalawat dan tawassul kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam, para Sahabat, dan Masyayikh Naqsyabandiyah. Salah satu sholawat yang sering dilantunkan oleh Jama’ah Thraiqah Naqsyabandiyah Mudzhariyah Gersempal Omben Sampang).

Lokasi Makam

Syekh Adzim Al-Maduri wafat pada tahun 1335 H/1916 M (sebagian riwayat pada tahun 1915 M). Makam Syekh Adzim berada di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Makam Syekh Adzim berjarak kurang lebih sekitar 200 meter sebelah kanan jalan sebelum memasuki pesarean Syaikhona Kholil dari arah Mlajah. Makam Syekh Adzim terletak di sebuah pemakaman umum Arab yang dikelilingi tembok. Makamnya dikelilingi pagar besi bercat biru dan terdapat sebuah spanduk bertuliskan “Kuburan Arab. Makam Syaikh Abd. Adzim Ayah Syaikh Mud'har Mekkah.”

Dalam salah satu pesannya, Syaikhona Kholil Bangkalan pernah berkata, “Siapa yang menziarahiku tapi tidak menziarahi Guruku ibarat ia pergi ke Mekkah tapi tak berziarah ke Madinah.”

Sumber foto: Komisariat PMII STAIS, FB Syam Hoed


Editor: Daniel Simatupang