Biografi KH. Ali Mas'ud Pagerwojo

 
Biografi KH. Ali Mas'ud Pagerwojo

Daftar Isi Profil KH. Ali Mas'ud Pagerwojo

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Karomah

Kelahiran

KH. Ali Mas'ud atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Ud atau Mbah Ud lahir pada 1908 di Sidoarjo. Beliau adalah sosok ulama yang sering menjadi rujukan para kiai di Jawa Timur untuk memecahkan masalah umat Islam.

Hidayatullah, salah satu cucu keponakan Gus Ud menuturkan, kalau kakeknya itu memang mempunyai keanehan, karena sepanjang hidupnya beliau tidak menyiarkan agama Islam secara langsung, tapi beliau memberi wejangan kepada siapa pun tamunya yang datang.

Selain itu, jika dilihat dari garis nasabnya, Gus Ud masih ada hubungan dengan Sayyid Badruddin bin Ali Akbar bin Sulaiman.

Wafat

Gus Ud wafat pada 1979, beliau dimakamkan di pemakaman Pagerwojo, Kota Sidoarjo.

Pendidikan

KH. Ali Mas’ud ketika usianya masih 5 tahun, beliau  sudah menunjukkan kelebihannya. Dia tidak pernah sekolah, tidak bisa membaca dan menulis. Namun menurut sang cucunya ini, Hidayatullah, Gus Ud sangat pandai membaca al-Qur’an dan kitab-kitab lainnya.

“Gus Ud mempunyai Ilmu Laduni sehingga beliau mempunyai kelebihan dibanding orang lain pada kebanyakan,” kata Hidayatullah.

Karomah

Bagi warga Sidoarjo, Gus Ud merupakan sosok ulama yang mempunyai banyak kelebihan, tapi beliau tidak mau menunjukkan dan lebih memilih bersifat tawadu.

Dalam sebuah cerita yang disampaikan oleh Hidayatullah bahwa Gus Ud pernah menulis surat kepada KH. Rodi, Krian, terkait permasalahan yang ditanyakan.

Karena Gus Ud tidak bisa menulis, di atas kertas putih dia torehkan pensil membentuk garis bergelombang. Anehnya, KH. Rodi bisa mengerti guratan pensil yang dibubuhkan oleh Gus Ud.

Selain itu, menurut Supriadi, ”Kalau haul Mbah Ud, 27 Rajab mesti ramai penziarah”.

Kisah lainnya yang menunjukan karomah kewalian Gus Ud adalah ketika sejak masih kecil, Gus Ud memang terkenal sangat nakal dan banyak tingkah hingga membuat ayahnya sering memarahinya.

Suatu hari, waktu sang ayah mengajar ngaji, ayahnya selalu keganggu oleh suara-suara teriakan Gus Ud. Hingga membuat sang ayah memarahinya bahkan memukulnya dengan kayu kecil.

Ayahnya mengatakan, "kamu ini banyak tingkahnya .. makanya gak bisa ngaji !! ".

Ketika mendapat olok-olokan dari ayahnya seperti itu, maka Gus Ud langsung langsung menjawab, "Ngajar ngajinya saya yang gantikan ya ? " Ayahnya heran dengan ucapan anaknya yang baru berusia 8 tahunan itu.

Kemudian Gus Ud langsung mengambil kitab kuning ayahnya tersebut dan langsung membacanya. Meski kitab itu gundul, Gus Ud lancar membacanya berikut menjelaskan semua keterangan kitab itu. Sejak itulah sang ayah membiarkan saja apa yang dilakukan putranya itu.