Biografi Habib Abdurrahman As Saqqaf

 
Biografi Habib Abdurrahman As Saqqaf

Daftar Isi Profil Habib Abdurrahman As Saqqaf

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Teladan
  5. Karya-Karya

Kelahiran

Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir as-Saqqaf atau yang kerap disapa dengan Habib Abdurrahman As Saqqaf dilahirkan di Cimanggu, Bogor.

Beliau telah menjadi yatim sejak kecil. Ayahandanya berpulang ke rahmatullah dan meninggalkan beliau dalam keadaan dhoif dan miskin. 

Bahkan beliau sewaktu-waktu terkenang zaman kanak-kanaknya pernah menyatakan: “Barangkali dari seluruh anak yatim, yang termiskin adalah saya. Waktu Lebaran, anak-anak mengenakan sandal atau sepatu, tapi saya tidak punya sandal apa lagi sepatu.”

Wafat

Habib Abdurrahman As Saqqaf wafat pada hari Senin, pada  7 Rabi`ul Awwal 1428H atau pada 26 Maret 2007.

Pendidikan

Dengan kondisi yang serba keterbatasan, sama sekali-kali tidak menghalangi Habib Abdurrahman As Saqqaf dalam menuntut ilmu agama. Beliau pergi berangkat untuk belajar di Jamiat al-Khair, Jakarta, dan seterusnya menekuni belajar dengan para guru-guru yang lain seperti Habib Abdullah bin Muhsin al-Aththas (Habib Empang Bogor).

Ada kisah yang menceritakan, karena saking semangatnya untuk belajar kepada Habib Empang, Habib Abdurrahman As Saqqaf rela berjalan kaki dengan menempuh jarak yang jauh dan dengan kondisi jalan yang masih berbatu. 

Selain berguru dengan Habib Empang Bogor, beliau turut menjadi murid kepada Habib Alwi bin Thahir al-Haddad (mantan Mufti Johor), Habib Ali bin Muhammad bin Thahir al-Haddad, Habib Ali bin Husein al-Aththas (Habib Ali Bungur), Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (Habib Ali Kwitang) dan beberapa orang guru lagi.

Dengan ketekunan, kesungguhan serta keikhlasannya, Habib Abdurrahman As Saqqaf dapat menguasai segala pelajaran yang diberikan dengan baik. Penguasaan ilmu-ilmu alat seperti nahwu telah membuat guru-gurunya kagum, bahkan menganjurkan agar murid-murid mereka yang lain untuk belajar dengan beliau.

Dimulai dari situlah hidup beliau menjadi penabur dan penyebar ilmu di berbagai madrasah sehinggalah akhirnya beliau mendirikan pusat pendidikan beliau sendiri yang dinamakan Madrasah Tsaqafah Islamiyyah di Bukit Duri, Jakarta.

Dunia pendidikan memang tidak mungkin dipisahkan dari jiwa Habib Abdurrahman, yang hampir seluruh umurnya dibaktikan untuk ilmu dan pendidikan sehingga dia disebut sebagai gurunya para ulama.

Teladan

Habib Abdurrahman As Saqqaf adalah seorang pembimbing yang siang dan malamnya menyaksikan keluhuran akhlak dan budi pekertinya, termasyhur dengan kelembutan perangainya, termasyhur dengan khusyuknya, termasyhur dengan keramahannya oleh segenap kalangan masyarakat, orang-orang miskin, orang kaya, pedagang, petani, kiyai, ulama dan orang-orang awam yang masih belum mendapat hidayah pun menyaksikan kemuliaan akhlak dan keramahan beliau rahimahullah, termasyhur dengan keluasan ilmunya, guru besar bagi para Kiyai dan Fuqaha di Indonesia, siang dan malamnya ibadah, rumahnya adalah madrasahnya, makan dan minumnya selalu bersama tamunya, ayah dan ibu untuk ribuan murid-muridnya.

Karya-Karya

Habib Abdurrahman As Saqqaf telah menulis beberapa karangan bukan saja dalam bahasa Arab tetapi juga dalam bahasa Jawa dan Sunda. Karangannya pula tidak terbatas pada satu cabang ilmu saja, tetapi berbagai macam ilmu, mulai dari tauhid, tafsir, akhlak, fiqh hinggalah sastra.

Kitab-kitab Habib Abdurrahman As Saqqaf diantara lain sebagai berikut :

  1. Hilyatul Janan fi hadyil Quran
  2. Safinatus Sa`id
  3. Misbahuz Zaman
  4. Bunyatul Ummahat