Biografi Sahabat Anas bin Malik RA

 
Biografi Sahabat Anas bin Malik RA
Sumber Gambar: Ilustrasi Anas Bin Malik RA

Daftar Isi Biografi Anas bin Malik RA

1.          Riwayat Hidup dan keluarga
1.1        Lahir
1.2        Wafat
1.3        Nasab

2.          Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1        Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2        Guru

3.          Penerus
3.1        Murid-murid

4.          Doa Rasulullah Terhadap Anas RA

5.          Penjaga Rahasia Rasulullah

6.          Akhlak Rasulullah Terhada Anas RA

7.         Teladan
7.1        Ibadah Anas RA
7.2        Zuhud dan Ketawakalan

8.          Karomah

9.          Diangkat Menjadi Amir

10.         Syafaat Rasulullah untuk Anas RA

11.          Chart Geneology
11.1        Chart Geneology Guru Beliau

12.          Referensi

Beliau adalah pembantu Rasulullah SAW dan seorang yang banyak meriwayatkan hadis darinya. Ibunya adalah Ummu Sulaim Malikah binti Milhan bin Kholid bin Zaid bin Harom, istri Abi Tholhah Zaid bin Sahl Al Ansori. Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, Anas berumur 10 tahun. Dan ketika itu juga, ibunya datang kepada Nabi SAW dan berkata kepadanya: “Ini adalah Anas anak yang pandai yang akan menjadi pembantumu”. Maka Nabi pun menerimanya.

1. Riwayat Hidup

1.1   Lahir

Anas bin Malik RA lahir 10 tahun sebelum hijriyah atau bertepatan dengan 612 Masehi.

1.2   Wafat

Dikatakan kepada Anas, “Engkau adalah sahabat Rasulullah SAW yang paling terakhir yang masih hidup.” Anas menjawab, Kaum Arab masih tersisa, adapun dari sahabat beliau, maka saya adalah orang yang paling akhir yang masih hidup. Ketika Anas sakit, ditawarkan kepadanya agar didatangkan seorang dokter, tapi Anas malah menjawab ” Seorang dokter menyakitiku” dan dia memohon agar dia ditalkin ‘Laa ilaha illallh, karena dia (Malaikat) telah datang. Dia senantiasa mengatakannya, sampai Malaikat pencabut nyawa mencabut nyawanya. Di sisi dia ada tongkat kecil punya Rasulullah SAW yang kemudian dikubur bersamanya.

Ketika Anas wafat, beliau berumur 107 tahun. Berkata Waqidi dan lainnya “Anas adalah sahabat di Basrah yang paling terakhir wafatnya.” Para ahli sejarah selisih dalam menentukan kematian beliau, ada yang mengatakan wafat pada tahun 90, 91, 92 dan ada pula yang mengatakan tahun 93, dan inilah yang mashur menurut jumhur. Imam Ahmad berkata : Anas bin Malik dan Jabir bin Zaid wafat bersamaan pada hari Jum’at, tahun 93.

Qotadah berkata : Ketika Anas wafat, Muariq al ‘Ajli berkata, Hari ini telah pergi / hilang setengah dari pada ilmu. Dia ditanya, kenapa bisa demikian wahai Abu Mu’tamar? Ia menjawab : Jika ada orang-orang pengikut hawa nafsu menyelisihi kita hadis dari Rasulullah SAW kita katakan pada mereka : “Mari kita kembalikan pada orang  yang mendengar (Anas) darinya (Rasul).” 

1.3   Nasab

Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah SAW dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

Beliau adalah seorang Mufti, Qori, Muhaddits, Perowi Islam. Dia mendapatkan banyak ilmu dari Rasulullah SAW , Abu Bakar, Umar, Usman, Mu’ad, Usaid Al Hudair, Abi Tholhah, Ibunya sendiri Ummu Sulaim putri Milhan, Bibinya Ummu Haram dan suaminya Ubadah bin Shamit, Abu Dzar, Malik bin Sha’sha’ah, Abi Hurairah, Fatimah dan masih banyak lainnya.

Anas menemani Nabi SAW dengan sempurna. Ia benar-benar sempurna dalam bermulazamah kepada beliau sejak beliau hijrah, sampai meninggal. Dia juga banyak mengikuti peperangan bersama beliau, juga berbaiat di bawah pohon (Bai’at Ridwan). Anas jika berbicara tentang hadis Rasulullah SAW, maka setelah selasai ia mengatakan “Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW

Musnad Anas sebanyak 2.286, yang disepakati Bukhari dan Muslim sebanyak 180 hadis, dan yang hanya dalam riwayat Bukhari 80 hadis dan Muslim 90 hadis.

2.2   Guru

Guru-guru Anas bin Malik RA:

  1. Ummu Sulaim putri Milhan (Ibu)
  2. Rasulullah SAW ,
  3. Abu Bakar,
  4. Umar,
  5. Ustman,
  6. Mu’ad,
  7. Usaid Al Hudair,
  8. Abi Tholhah,
  9. Ummu Haram (Bibi)
  10. Ubadah bin Shamit (Paman),
  11. Abu Dzar,
  12. Malik bin Sha’sha’ah,
  13. Abi Hurairah,
  14. Fatimah dan masih banyak lainnya

3. Penerus

3.1   Murid-murid

Darinya juga banyak mencetak orang-orang penting, diantaranya adalah:

  1. Al Hasan,
  2. Ibnu Sirin,
  3. Asy Sya’bi,
  4. Abu Kilabah,
  5. Makhul,
  6. Umar bin Abdul Aziz,
  7. Tsabit Al Banani,
  8. Bakar bin Abdillah Al Mazani,
  9. Az Zuhri,
  10. Qotadah,
  11. Ibnul Munkadir,
  12. Ishak bin Abdillah bin Abi Tholhah,
  13. Abdul Aziz bin Shuhaib,
  14. Syuaib bin Al Habhab,
  15. Amru bin Amir al Kufi,
  16. Sulaiman At Taimi,
  17. Hamid At Thowil,
  18. Yahya bin Sa’id Al Ansori,
  19. Katsir bin Salim,
  20. Isa bin Thohman dan
  21. Umar bin Syakir.

Dan para sahabat beliau yang tsiqoh lebih dari 150 orang, sedang yang lemah sekitar 190 sahabat. Selebihnya adalah orang–orang yang tidak tsiqoh bahkan hadis dari mereka secara global dibuang. Seperti : Ibrahim bin Hadbah, Dinar bin Abu Makis, Khorrosy bin Abdillah, Musa At Tahwil. Mereka hidup setelah 200 tahun, mereka tidak dianggap.

4.   Doa Rasulullah Terhadap Anas RA 

Ibunya datang kepada Rasulullah n dan berkata : “Wahai Rasulullah n ini adalah Anas, anak yang cerdas mau menbantumu”. Kemudian Anas diserahkan kepada Rasulullah SAW dan beliau pun menerimanya. Ibunya pun memohon kepada Rasulullah SAW untuk mendoakan Anas, maka Rasul pun berdoa untuknya,

اللهم أكثر ماله وولده وأدخله الجنة

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَطِلْ عُمُرَهُ وَاغْفِرْ ذَنْبه

“Ya Allah perbanyaklah anak dan hartanya, serta masukkanlah dia ke dalam surga”  dalam riwayat lain, “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dosanya”

Anas berkata, “Demi Allah hartaku sangat melimpah, sampai kurma dan anggurku berbuah dua kali dalam setahun. Jumlah anak-anak dan cucu–cucuku mencapai seratus.” dalam riwayat lain seratus enam. Dalam riwayat lain juga disebutkan dari anak perempuannya Aminah, mengabarkan tentang anak beliau yang mati dan dikuburkan saja itu mencapai 120 anak, selain cucunya, itu pada saat Hajjaj berkuasa di Basrah.

Berkat do’a Rasulullah SAW ia menjadi sahabat yang paling banyak anaknya serta paling panjang umurnya, dan paling akhir meninggal dunia.

5.  Penjaga Rahasia Rasulullah 

Suatu hari Anas melayani Rasulullah SAW  sampai selesai, kemudian dia berkata: “Nabi sedang tidur siang”, kemudian dia pergi dan didapatinya anak-anak pada bermain. Kemudian ia berdiri dan melihat permainan mereka. Tiba-tiba Nabi datang, dan memberi salam kepada mereka. Terus memanggil Anas dan mengutusnya untuk suatu urusan. Sepertinya ini adalah perintah rahasia, hingga dia mendatangi ibunya dengan pelan. Ibunya bertanya “Ada apa denganmu”?  Anas menjawab, “Nabi mengutusku untuk suatu urusan.”

Ibunya bertanya lagi, “Urusan apa itu?” Anas menjawab, “Ini adalah rahasia Nabi”. Maka ibunya berkata, ” Jagalah rahasia Rasulullah SAW maka Anas tidak menceritakan kepada siapapun.

6.   Akhlak Rasulullah Terhada Anas RA 

Pada suatu hari Rasulullah mengutus anas untuk suatu hajat, kemudian dia berkata, Demi Allah saya tidak akan pergi! Dalam hatiku aku akan pergi kalau Nabi menyuruhku. Kemudian dia pergi dan melintasi anak-anak yang sedang bermain di pasar. Maka tiba-tiba Rasulullah memegang tengkuknya dari belakang.

Kemudian dia melihat kepada beliau, ternyata beliau tersenyum dan berkata, “Wahai Anas, pergilah sesuai apa yang aku perintahkan! Maka Anas menjawab : Baik Rasulullah saya akan pergi. Anas berkata “Demi Allah saya telah menjadi pembantu beliau selama 9 tahun, saya tidak mendapatkan beliau komentar apa yang aku kerjakan” Kenapa kamu berbuat sepert ini dan begini? Atau sesuatu yang aku tinggalkan,  “Kenapa kamu tidak berbuat seperti ini?”

Anas telah menjadi pembantu Rasulullah SAW  bertahun-tahun tapi beliau tidak pernah mencelanya sama sekali, tidak pernah memukul, tidak pernah menghardik, tidak pernah bermuka masam, tidak pernah menyuruhnya dan dia malas kemudian Rasulullah SAW mencelanya. Maka jika salah satu keluarganya mencelanya, beliau berkata, “Biarkanlah apa yang dia kerjakan!”
Tsabit bertanya kepada Anas “Apakah tanganmu pernah bersentuhan dengan telapak tangan Rasulullah SAW? Ia menjawab, Ya, pernah. Ia mengulurkannya padaku, dan aku menyambutnya.

7. Teladan

7.1   Ibadah Anas RA

Abu Hurairah berkata, : “Saya tidak pernah melihat seorang sahabatpun yang mirip dengan shalatnya Rasulullah SAW selain daripada ibnu Ummu Sulaim (Anas bin Malik). Ibnu Sirin berkata, “Anas adalah sahabat yang shalatnya paling bagus, baik di rumah maupun pada waktu safar.”

Tsumamah berkata, “Anas shalat sampai kedua kakinya bengkak mengeluarkan darah, karena shalatnya sangat panjang. Semoga Allah meridhoinya.

Anas berkata, : “Ambillah (Al Qur’an dan As Sunnah) dariku, karena saya mengambilnya langsung dari Rasulullah SAW, dan Rasulullah dari Allah SWT. Kamu tidak akan mendapatkan kabar yang lebih kuat, kecuali dariku”

Anas juga tahu benar ibadah Rasulullah SAW. Dan tidak ada satu malampun dia melihat Rasulullah kecuali beliau menangis.

Al Hariri berkata: Anas mulai ihram dari Dzat Iraq, saya tidak mendengar sesuatupun darinya kecuali dzikir kepada Allah, sampai dia tahalul. Kemudian ia berkata padaku “Wahai keponakanku (ibn akhi) beginilah ihram.”

Pada hari Jum’at, Anas menemui Sholih bin Ibrahim yang sedang berbincang-bincang di salah satu rumah istri Nabi, lalu dia berkata “Mah” Ketika selesai shalat, dia berkata, : “Saya benar-benar takut kalau-kalau shalat Jum’atku batal, gara-gara perkataanku pada kalian “Mah”.

7.2   Zuhud dan Ketawakalan

Ketika seorang amir datang untuk memberikan fa’i kepada Anas, dia mengatakan apakah anda mau mengambil 1/5? Dia menjawab, “Tidak” Ia tidak menerimanya.

Ketika Anas sakit, ditawarkan kepadanya agar didatangkan seorang dokter, tapi Anas malah menjawab ” Seorang dokter malah menyakitiku”

8.   Karomah 

Ibnu Abi Dunya berkata “Ketika Tsabit sedang bersama Anas, tiba-tiba datang Qohromanah dan berkata, “Wahai Abu Hamzah, talah datang musim kemarau, sehingga tanah kami kering” Kemudian Anas langsung berdiri dan mengambil air wudhu, lalu keluar menuju tanah tadi  dan melakukan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah itu dia berdo’a. Maka tiba-tiba awan mendung dan turunlah hujan, sampai airnya meluap. Ketika hujan reda, Anas memanggil sebagian keluarganya dan berkata ” Lihatlah langit itu”. Maka setelah itu tanahnya menjadi subur.

9.   Diangkat Menjadi Amir 

Abu Bakar dan Umar telah mengangkat Anas sebagai amir di Bahrain, keduanya pun berterima kasih kepadanya. Setelah dari Rasulullah SAW, Anas pergi ke Basrah. Di sana dia sampai mengalami empat masa, dan mendapatkan perlakuan yang kasar ketika masa Hajjaj dikarenakan fitnah dari Ibnu Asy’ats. Hajjaj mengira bahwa Anas ikut campur dalam masalahnya kemudian dia berfatwa mengenai hal tersebut. Hingga Hajjaj menunjukan lehernya dan berkata, “Nih… lehernya Hajaj!” Kemudian Anas mengadu pada Abdul Malik. Maka ketika Abdul Malik mendapat laporan seperti itu dia langsung mengancam Hajjaj, sehingga dia merasa takut dan berbuat baik sama Anas.

Anas pernah menjadi utusan Abdul Malik pada masa kepemerintahannya, sekitar tahun 92. Dia membangun semua kota Dimsiq. Ketika Anas bergegas menuju masjid Dimsiq, Makhul bertanya padanya, “Apakah wajib berwudlu ketika selesai mengurus jenazah? Beliau menjawab “Tidak usah wudlu”

Ketika Anas menghadap Walid, dia bertanya, “Apa yang telah engkau dengar dari Rasul perihal hari kiamat? Anas menjawab, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Kalian dan hari kiamat seperti dua jari yaitu telunjuk dan jari tengah”

10.   Syafaat Rasul untuk Anas RA 

Imam Ahmad berkata : Anas meminta syafaat kepada Rasulullah SAW pada hari kiamat. Maka rasul menjawab, “Ya pasti saya akan penuhi permohonanmu.” Anas bertanya, “Di manakah saya memohonnya pada hari kiamat nanti, wahai Nabiyallah?” Rasul menjawab “Mintalah padaku sesuatu yang pertama kamu minta padaku yaitu di atas sirat.” Tanya Anas, “Jika aku tidak ketemu engkau di situ?” Jawab rasul, “Maka kalau tidak ketemu di sana berarti saya berada di Mizan. Jika tidak ketemu di Mizan, maka saya ada di Telaga, saya tidak salah tentang tiga tempat tersebut pada hari kiamat”

11. Chart Geneology

11.1  Chart Geneology Guru Beliau

Berikut ini contoh Chart Geneology guru beliau dapat dilihat selengkapnya melalui: Chart Geneology guru beliau

12.   Referensi 

  1. Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, Maktabah Ash Shofa, cet 1, 1423 H – 2003 M.
  2. Siyar A’lam An Nubala, Imam Adz Dzahabi, Darul Fikr, cet 1, 1417 H – 1997 M.
  3. Hayah Ash Shohabah, Muhamad Yusuf Al Kandahlawi, Darul Qolam, cet 1, 1406 H – 1987 M.
  4. Al Ishobah, Ibnu Hajar Al Asqolani
  5. Zadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Muasasah Ar Risalah, cet 3, 1421 H – 2000 M
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya