Hari Senin: Malaikat Setor Amal Manusia

 
Hari Senin: Malaikat Setor Amal Manusia
Sumber Gambar: Ilustrasi (foto ist)

Laduni.ID, Jakarta - Hari Senin dan Kemis adalah hari istimewa bagi umat Islam, sebab di hari tersebut akan diangkatnya amal dan dilaporkannya amal perbuatan manusia oleh Malaikat kepada Allah SWT.

Laporan dalam siklus kehidupan merupakan sangat penting. Jika laporannya baik maka orang akan bertahan dalam jabatan terhormat, begitupun sebaliknya jika laporan perbuatan dan amal seseorang buruk, maka akan menjadi masalah di hari kelak.

Dalam laporan amal terdapat laporan harian, dan ada yang mingguan sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ وَصَلاةِ الْعَصْرِ ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ :كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي ؟ فَيَقُولُونَ : تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ

“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya), “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)

Laporan amal tiap pekan

“تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ : اتْرُكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا.“

Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW bersabda, “Amal manusia akan dilaporkan dalam tiap pekan sebanyak dua kali, hari Senin dan Kamis. Maka Allah SWT mengampuni setiap hamba yang beriman kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya ada kebencian. Maka dikatakan “Biarkan dua orang ini, hingga mereka saling berbaikan” (HR.Muslim). Wallahu A’lam