Biografi KH. M Mubassyir Mundzir

 
Biografi KH. M Mubassyir Mundzir

Daftar Isi Profil KH. M Mubassyir Mundzir

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Wasiat
  4. Keluarga
  5. Mendirikan Pesantren

Kelahiran

KH. M Mubassyir Mundzir lahir di Yogyakarta.

Wafat

KH. M. Mubasyir Mundzir wafat pada tahun 1989. Jenazah beliau dimakamkan di belakang masjid Pesantren Ma'unah Sari.

Wasiat

Sebelum wafat, karena beliau tidak dikaruniai putra, beliau telah memberikan wasiat yang berkaitan dengan regenerasi Pengasuh Pesantren. Dan sesuai dengan wasiat beliau, yang disaksikan oleh Ulama-ulama sepuh, tongkat estafet Pengasuh diamanatkan kepada KH. R. Abdul Hamid Abdul Qadir yang saat itu dikenal dengan sebutan Gus Hamid. Beliau adalah putra dari KH. R. Abdul Qadir Munawwir, Krapyak, kakak dari Ibu Nyai Hj.Zuhriyyah.

Keluarga

Pada tahun 1973, KH. M. Mubasyir Mundzir melepaskan masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Zuhriyyah, putri KH. Munawwir. Setelah menikah, pesantren yang diasuh olehnya mulai membuka Program Pengajian Al-qur-an Bil-Ghoib (hafalan).

Mendirikan Pesantren

KH. M. Mubasyir Mundzir adalah pendiri Pondok Pesantren Tahfidhul Qur-an Ma'unah Sari (tahun 1967), sesuai dengan nama yang disandangnya, Pesantren ini adalah merupakan suatu lembaga pendidikan yang menyediakan program menghafalkan al-Qur-an (bil-Ghaib) dan program pengajian Al-Qur'an Bin-Nadhar (tidak menghafal).

Pesantren ini diharapkan mampu mencetak generasi-generasi penghafal Al-Qur-an,yang berjiwa dan berakhlaq Qur'ani atau dengan kata lain, insan hafidh al-Qur-an, lafdhan wa ma'nan wa 'amalan.

Seiring dengan berjalannya sang waktu, Pesantren Ma'unah Sari pun terus berkembang, baik dari segi jumlah santri, program pengajian, dan juga lingkungan pendidikan yang semakin representatif. Namun begitu, khusus untuk Pengajian al-Qur-an bil-Ghaib, masih terbatas pada kalangan santri putri, dibawah asuhan Ibu Nyai Hj. Zuhriyyah Mundzir.