DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Muammar Zainal Asyikin atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Muammar Z.A lahir pada tanggal 14 Juni 1954 di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan ibu kota Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.
KH. Bisri Syansuri, Rais 'Aam PBNU setelah KH. Wahab Chasbullah.
Prácticas y oraciones Las prácticas y oraciones son una parte esencial en la vida de las personas, especialmente para aquellos creyentes que confían en el poder divino.
AGH. Huzaifah, lahir pada tahun 1939 di Desa Awangnipa Awangpone, kedua orang tuanya bernama H. Maruddin dan H. Becce. Nama Huzaifah adalah anugrah pemberian dari AGH. Muhammad As’ad, masa kecilnya beliau biasa dipanggil Setta atau Mustamin.
Nama Syaikh Siroj Garut sering muncul dalam sanad ulama-ulama Qira’ah al-Qur’an yang berkarir di Makkah, serta dalam catatan sejarah studi qira’at al-Qur’an dan guru besarnya di Makkah pada abad ke-20. Biografi Syaikh Siroj juga sedikit disinggung dalam laman Makkawi Qiblah al-Dunyâ.
En Indonésie, la condition sociale paisible est influencée par la majorité des gens qui possèdent de la satisfaction et de la confiance en les dirigeants nationaux, suivant les enseignements du Prophète Muhammad SAW.
In Indonesia, the peaceful social condition is influenced by the majority of people who possess contentment and trust in national leaders, following the teachings of the Prophet Muhammad SAW.
Dr KH. Habib Segaf Baharun, MHI. Lahir pada Jumat, 7 Juni 1974. Beliau putra kedua Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun, Pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Pasuruan Jawa Timur. Habib Segaf bin Hasan Baharun kini dipercaya sebagai Pengasuh Ponpes Dalwa Putri.
Prof Dr KH Ahmad Zahro, MA adalah seorang ulama dan akademisi terkemuka dalam bidang Ilmu Fiqih di Indonesia
KH. Bisri Syansuri was born in Tayu Village, Pati Regency, Central Java Province, on 28 Dzulhijjah 1304 H/18 September 1886. He was the third child of the couple KH. Syansuri with Nyai Mariah.