DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Zainal Ali Suyuti, sosok sederhana yang memiliki banyak teman dan jarang memiliki musuh. Kesederhanaannya tercermin dalam sikap tawadhu' dan penghormatan terhadap kehendak orang lain. Meskipun ekonominya mencukupi, beliau tetap hidup dengan sederhana dan dermawan, membantu fakir miskin dan membangun pesantren Al-Khoirot tanpa meminta bantuan.
Sejak berusia sebelas tahun, KH. Abdul Hadi Zahid memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Langitan hingga usia sembilan belas tahun, dan atas saran KH. Muhammad Khozin beliau melanjutkan studi di Pesantren Kademangan Bangkalan Madura di bawah asuhan Syikhona Kholil selama tiga tahun.
Sambil bertugas di Kodim, Kyai Shodiq menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember, dan lulus tahun 1964. Pada tahun itu juga, NU Jember menggelar konferensi, yang salah satu rekomendasinya adalah mendirikan perguruan tinggi, dengan nama Institut Agama Islam Djember (IAID).
Perjuangannya dalam dunia pendidikan juga dibuktikan dengan berdirinya Pondok Pesantren Majlis Ta'lim Al-Hikmah (PERMATA), Perguruan Islam Al-Hikmah (PRIMA) dan Madrasah Diniyyah Al-Hikmah (MADINAH), yang masih di bawah naungan Yayasan Al-Hikmah.
Syekh Muhammad Suja'i al-Kudani (Mama Gudang) juga aktif dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin beliau sering mengunjungi berbagai daerah seperti Banten Jakarta, Lampung, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku untuk memberikan ceramah pengajian dan bimbingan rohani.
KH. Moch Khozin, beliau adalah ulama besar dan memiliki banyak murid/santri, selain sebagai pengasuh Pesantren Al-Hamdaniyah,Sidoarjo beliau juga pendiri pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
KH. Chamzah Ismail, Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, Sidoarjo
Selain itu, Hasjmy juga dicatat sebagai budayawan dan sejarawan, yang kemudian melahirkan gagasan tentang Dunia Melayu Raya, sebuah gagasan yang menjelaskan dimana di semenanjung Nusantara, ada sebuah titik pertemuan identitas yang bernama M
KH. Damanhuri atau biasa dipanggil orang Pandeglang Abuya Daman lahir di Kp.Cidahu Cadasari, Pandeglang, Banten pada tahun 1920. putra kedua Atau adik dari Hj.Siti Badriah dari pasangan yang bernama Arman bin Armani dan seorang ibu bernama Nyai Sanami.
Biografi KH. Badrus Sholeh Syakur beliau adalah pengasuh pesantren Bahauddin An-Nidhomiyah, Sidoarjo