DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Anang Sya'rani Arief dilahirkan sekitar tahun 1914, di Kampung Melayu, Martapura. Sejak kecil beliau sudah dididik ilmu keagamaan Islam dari orang tua beliau sendiri yang terkenal alim dan saleh.
KH. Muhammad Amnan lahir di Trenggalek dan dibesarkan dari kalangan keluarga yang agamis. Sejak kecil ia diasuh dan dididik agama langsung oleh kakeknya yang merupakan seorang ulama. Di usianya yang baru tujuh tahun, Kiai Amnan diajak ibunya pindah ke Pacitan dan di sana ia belajar di Pondok Pesantren Termas asuhan KH. Dimyati.
TGH. Abhar Muhyiddin adalah salah satu mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah melalui jalur KH. Mustain Romli Jombang yang kemudian ia sebar luaskan ajarannya ke wilayah Pugutan, Lombok Barat (sekarang Mataram).
Nyai Subang Larang merupakan legenda wanita yang berperan besar terhadap penyebaran agama Islam di wilayah Pasundan (Sunda).
TGH. Abdul Halim dilahirkan di desa Sesele pada pertengahan abad ke-19. Terkait tahun tepatnya ada perbedaan riwayat, ada yang mengatakan ia lahir pada tahun 1845 M, dan ada yang meriwayatkan pada tahun 1853 M.
KH.R. Ghufron Ali Imrony beliau di lahirkan di Jember pada tanggal 27 Desember 1921, putra pertama KHR. Aliyuddin dan Nyai Sa‟diyah. KH. R. Ghufron Ali Imrony, Pendiri Pesantren Tanjung Rejo Situbondo
KH. Ahmad Munir Adnan lahir pada tahun 1932 M di Bojonegoro, beliau putera dari ulama terkenal dari Bojonegoro Syaikh KH. Abu Dzarrin dan ibu Nyai Hj. Asmanah.
Sultan Malik Ash-Shalih adalah seorang pendiri Dinasti Ash-Shalihiyyah atau yang dikenal dengan Kesultanan Samudera Pasai, sebuah dinasti Islam pertama di Kawasan Asia Tenggara.
Abdurrahim Izuddin dalam buku Mbah Jabbar: Leluhur dan Dzuriyyahnya (2009) menyatakan bahwa Mbah Jabbar atau Syekh Abdul Jabbar nama aslinya adalah Pangeran Kusumoyudo.
KH. Dimyati Ihsan lahir di Dukuh Waru, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Ayah beliau merupakan kiai kampung bernama Kyai Ihsan, satu angkatan saat mondok di Tremas Pacitan dengan KH. Bisri Mustofa ayahanda Gus Mus.