Ringan Riuh

 

Menghukum dan Membebaskan

 Manusia seringkali lebih suka dan rajin memperbanyak bikin aturan: ini wajib, itu terlarang, ini halal dan itu haram. Malahan belakangan ini seringkali aturan yang melarang dan mengharamkan lebih banyak darpada yang memberi ruang untuk bergerak. Sedangkan kitab suci lebih banyak memuat kisah bangsa-bangsa,

Dan Guru Kita Pun Bercanda

Guru kita, Pak Quraish Shihab, saat kuliah di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, pernah bertanya kepada salah seorang gurunya tentang kaidah fikih "al-'adah muhakkamah" atau "muhakkimah"? Guru beliau menjawab, boleh kedua-duanya, yang penting jangan dibaca "al-adah mahkamah". Mendengar candaan pak Quraish Shihab dari gurunya itu kami pun tertawa bersama.

Pengamen Juga Muballigh

Alam raya yang luas ini, dengan seluruh dinamika di dalamnya, sesungguhnya adalah layar lebar kehidupan tempat ayat-ayat Allah ditayangkan. Dimanapun kita berada, dimanapun kita menuju, ayat-ayat Allah terpampang, menunggu untuk kita hayati

Sangkakala Kemanusiaan

Sa’di Syirazi, sufi-penyair besar dari Persia, meniupkan sangkakala kemanusiaan dalam puisinya yang indah

Hanya Orang Sembarang yang Berlaku Sembarangan

"Sembarangan" kalau dalam bahasa Arab bisa disamakan dengan "Kezaliman", Zalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Kerja pada Manusia atau Pada Allah?

Suatu saat seseorang yang berwirausaha membuli seorang pegawai dengan menggunakan bahasa hakikat. Terjadilah obrolan sebagai berikut :

Ikhtilaf Itu Cantik (Gesekan Melahirkan Keindahan)

Demikian pula, jika umat ingin tambah dewasa, maka gesekan kadang memang harus terjadi, maka ikhtilaf itu sebuah keniscayaan. Sekali lagi "ikhtilaf", bukan "tafarruq".

Kisah Banser yang Bikin Gus Dur Gagal Kaya

Kisah Banser yang Bikin Gus Dur Gagal Kaya

Pada Suatu Masa, Soal Kemerdekaan Berpendapat

Pada suatu masa, pernah yang namanya kemerdekaan tidak selalu diiringi kebebasan berpendapat di muka umum. Apalagi jika itu menyangkut politik, apalagi menyentil pemerintah yang tengah berkuasa demi alasan stabilisasi nasional.

Merdeka itu, Berkat Rahmat Tuhan

Mereka rela berkorban harta dan nyawa demi meraih kemerdekaan yang hasilnya dapat dirasakan oleh kita bersama kini.