Teungku Chiek di Pasi #5: Membangun Irigasi Sekejap dan Karamahnya

Teungku Chiek di Pasi #5: Membangun Irigasi Sekejap dan Karamahnya

LADUNI. ID, ULAMA- Sebelum melakukan pekerjaan yang mulia tersebut Tgk. Chik Di Pasi terlebih dahulu berdoa kepaada Allah SWT semoga dimudahkan dan diberkahi usaha beliau tersebut. Lantas apa yang beliau lantunkan?

Tgk Chik Di Pasi sambil menadahkan dan memohon sambl melafat doa;” Bismillahirrahmanirrahim, Dengan nama Allah yang penuh kasih dan sayang kepada hamba-Nya, tanah ini ciptaan Tuhan, air inipun ciptaan-Nya, karena kita sama-sama makhluk yang diciptakan-Nya, maka dari itu ikutilah goresanku ini”. 

Namun sebelum di awali doa tersebut, Syaikh Abdus Salam menggoreskan tongkatnya ke tanah sambil berjalan membelakangi goresan yang diikuti oleh aliran air. 

Ternyata dari hasil goresan tongkat Tgk Chik Di Pasi, tiba-tiba munculah sebuah saluran air sejauh 25 km, mulai dari pergunungan Bukit Barisan yang melintasi kecamatan Titeue-Keumala, Kota Bakti, Mutiara, Indrajaya, Kembang Tanjung dan Simpang Tiga. 

Berkah karamah beliau ternyata pekerjaan tersebut berlangsung tidak lama walaupun tidak selesai sempurna, namun pekerjaan belum selesai.

Rupanya fajar sudah terbit di ufuk timur, Teungku Chik pun menghentikan kegiatannya. Sedangkan pekerjaan yang tersisa dilanjutkan secara meuseuraya (gotong-royong) oleh masyarakat, mulai dari Kuta Cot Ara Jurong hingga Pante Gigieng. 

Saluran irigasi Lueng Bintang merupakan bukti nyata dari peran ilmu dan iman dalam pembangunan fisik maupun spiritual. Dalam semalam dan wujud konkrit hasilnya bisa dimanfaatkan berabad-abad kemudian sampai sekarang.

Beranjak dari itu sangat kontras terlihat karamah Syekh Abdussamad, maka bukan tidak beralasan jika makam beliau dikunjungi tidak terhitung jumlahnya dan terletak di kota Tua bersejarah Gampong Pasi Ie Leubue mendapat kunjungan dari berbagai kalangan dengan tujuan untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT atas Maha Kuasa Nya yang telah memberdayakan khalifatul ardhi (pemimpin di dunia) sebagi sebaik-sebaik makhluk-Nya.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi Penggiat Literasi Asal dayah MUDI Samalanga