Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie #3: Menyelam Tingginya Rabitah dan Karamah Abu Lueng Ie 

Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie #3: Menyelam Tingginya Rabitah dan Karamah Abu Lueng Ie 

LADUNI. ID, ULAMA- ABU Lueng Ie saat belajar bersama Abuya Muda Waly di Dayah Labuhan Haji, Aceh Selatan di samping sebagai admistrator dan orang kepercayaan Abuya dalam mengurusi urusan keuangan dan lainnya, namun jadwal belajar dengan Abuya tidak beliau tinggalkan.

Terkadang Abuya mengajak Abu Lueng Ie untuk "menjelajah" dunia metafisika di luar logika manusia dengan media tertentu. Bahkan seperti diceritakan oleh salah seorang putra Abu Lueng Ie, Abuya mengajak Abu Lueng Ie (Abuya sering menyapa Abu Lueng Ie dengan sebutan "Ampon", sebab Abu Lueng Ie keturunan Teuku), malah untuk kitab tasawuf kelas tinggi seperti Al-Hikam. Abuya hanya mengajarkan murid beliau yang khusus termasuk Abu Lueng Ie.

Amiruddin mengutip dari buku " Ensiklopedi Ulama Besar Aceh" menyebutkan sifat tawadhu’ Abu Lueng Ie telah menjadikan sosok ulama yang berkarakter dengan arifbillah. Dalam suatu kisah disebutkan pernah seorang yang tidak menyenangi beliau melemparkan kotoran manusia ke dalam kulah (tempat berwudhu’) santri di dayah tersebut. Tidak serta merta beliau marah kepada orang yang telah melakukan kesalahan seperti itu, akan tetapi beliau meresponsnya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Berkat ke’aliman dan sifat sabarnya serta dengan izin Allah yang Maha Kuasa air kulah yang delempari kotoran manusia pada suatu hari menjadi obat, sehingga pernah tersebar kepada masyarakat “Ie kulah Abu Lueng Ie jeut keu ubat penawa”, artinya air kulah Abu Lueng Ie dapat menjadi penawar (Amiruddin, 2013).

Dalam keseharian Abu sering mutala'ah dan berzikir di kamar khusus, padahal beliau mempunyai rumah sendiri terlebih beliau mempunyai bayyinah warisan orang tuanya. Lantas kenapa Abu masih berkutat hari-harinya lebih banyak di kamar tersebut? Rupanya beliau mencoba untuk mengimplementasikan nilai rabitah sebuah nilai ikatan batiniah dengan sang gurunya Al-Mukammil Al-mursyid Abuya Muda Waly.

Abuya Muda Waly dalam keseharian beliau mempunyai tempat khusus untuk berzikir dan muta'alah juga istirahat di dayah Labuhan Haji.

Ternyata rabitah Abu Lueng Ie bukan hanya rabitah bil ilmi, namun lebih dari itu, mencoba merabitah seluruh aspek kehidupan Abuya untuk bisa diteladani oleh Abu Lueng Ie walaupun tidak seratus persen. Termasuk dalam hal ini mutala'ah, berzikir dan beristirahat mampu menempatkan hari-hari beliau seperti Abuya Muda Waly.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Jamaal Terekat Naqayabandiah Aceh